Waspada Krisis Energi, Kapal Tongkang Batu Bara Dipelototi

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Kamis 21 Oktober 2021 18:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 21 320 2489743 waspada-krisis-energi-kapal-tongkang-batu-bara-dipelototi-Jb52Rce3ZD.jpg Produksi Batu Bara Jadi Sorotan. (Foto: Okezone.com/reuters)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membentuk tim khusus memantau dan mengawal pasokan energi baik di migas, minerba, listrik, maupun energi terbarukan. Hal ini untuk mengantisipasi krisis energi yang tengah terjadi di beberapa negara seperti Inggris dan China.

"Jangan sampai terjadi krisis energi di Indonesia. Pasokan listrik kita lebih dari cukup saat ini dan hingga akhir tahun tidak ada kenaikan tarif listrik," ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana dalam konferensi pers, Kamis (21/10/2021).

Baca Juga: Dunia Krisis Energi, RI Jamin Pasokan Listrik Aman dan Tarif Tidak Naik

Terkait tantangan dalam supply chain terutama batu bara, Rida menyebut hal tersebut sudah menjadi perhatian pemerintah agar dapat ditangani. Salah satunya tantangan cuaca ekstrem yang mengakibatkan banjir sehingga dapat mengganggu pasokan batu bara.

Kementerian ESDM juga berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan guna memastikan keberadaan tongkang yang mendistribusikan batu bara dari tambang menuju pembangkit. Hal ini untuk mencegah kapal tongkang yang mengirim batu bara ke luar negeri akibat tingginya harga komoditas.

Baca Juga: Geger! Negara-Negara di Dunia Kekurangan Batu Bara, Kopi hingga Tisu Toilet

"Godaannya untuk diekspor karena harganya bagus. Ini kami memelototi tongkangnya karena ini menantang. Banyak yang dipakai untuk ekspor," kata Rida.

Rida melanjutkan, pemerintah juga memiliki kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) yang mewajibkan produsen batu bara memenuhi kebutuhan di dalam negeri.

"Jadi tidak boleh seluruhnya untuk diekspor meskipun harga lebih bagus. Ada kewajiban untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri melalui DMO. Baik itu volumenya tapi juga harganya. Artinya negara hadir dan menjamin listrik tetap ada karena sudah diregulasi oleh pemerintah," jelasnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini