Laba Turun, Penjualan Unilever (UNVR) Terkoreksi 7,4% Jadi Rp30 Triliun

Aditya Pratama, Jurnalis · Jum'at 22 Oktober 2021 13:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 278 2490092 laba-turun-penjualan-unilever-unvr-terkoreksi-7-4-jadi-rp30-triliun-AxGTy4pQaQ.jpg Unilever Indonesia catat penjualan capai Rp30 triliun (Foto: Reuters)

JAKARTA - PT Unilever Indonesia Tbk mencatat penjualan bersih sebesar Rp30 triliun hingga September 2021. Jumlah penjualan domestik emiten dengan kode saham UNVR ini melambat sebesar 7,4% di sembilan bulan pertama tahun ini.

Baca Juga: Unilever Indonesia (UNVR) Ajukan Nama Mantan CMO Gojek sebagai Direktur

Dikutip dari IDX 1st Session Closing, Jumat (22/10/2021), kategori Foods & Refreshment menjadi penopang utama pertumbuhan dengan membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 9,8% di Kuartal III-2021.

Harga pokok penjualan Unilever turun 4,16% menjadi Rp14,93 triliun hingga September 2021 dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp15,58 triliun.

Baca Juga: Kampanye Unilever Indonesia Sinergikan Purpose Perusahaan, Brand, & Konsumen

Meski menghadapi menghadapi tantangan periode Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada kuartal III-2021 yang tidak dihadapi pada kuartal sebelumnya, Perseroan tetap mampu menjaga kestabilan nilai penjualan dan mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,4 triliun atau turun 19,09% dari sebelumnya Rp5,4 triliun.

Presiden Direktur Unilever Indonesia, Ira Noviarti mengatakan, pasar FMCG kembali menghadapi tantangan pada kuartal III dengan terjadinya gelombang kedua pandemi di Indonesia yang diikuti dengan pemberlakuan PPKM di sebagian besar wilayah Tanah Air.

Selain itu, kenaikan harga komoditas juga masih berlanjut dan semakin mempengaruhi biaya produk. Berbagai tantangan tersebut mempengaruhi konsumen dalam pemilihan pola konsumsi di berbagai kategori, dan mempengaruhi tingkat pertumbuhan Perseroan.

Adapun, kenaikan biaya produk dikarenakan kenaikan harga komoditas tidak dapat diikuti langsung dengan kenaikan harga produk Unilever secara optimal, hal tersebut karena Perseroan mempertimbangkan kondisi masyarakat yang masih memiliki keterbatasan dalam daya beli selama situasi pandemi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini