Pelita Samudera (PSSI) Spin Off Segmen Usaha Kapal Kargo Curah

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Jum'at 22 Oktober 2021 13:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 278 2490095 pelita-samudera-pssi-spin-off-segmen-usaha-kapal-kargo-curah-LGp4UZIgvy.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Pacu pertumbuhan bisnisnya, PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) akan melakukan pemisahan (spin off) segmen usaha pengangkutan kapal kargo curah dari perseroan ke entitas anak. Di mana aksi korporasi tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Emiten pelayaran ini akan mendirikan anak usaha baru dengan nama PT Pelita Global Logistik untuk menerima pemisahan segmen usaha. Adapun modal yang disetor dalam anak usaha ini sebesar Rp595,22 miliar atau setara 99% dan nilai transaksi pemisahan sebesar USD40,88 juta.

Direktur Utama Pelita Samudera Shipping, Iriawan Ibarat mengatakan, pemisahan ini diharapkan akan memberikan konsentrasi pengembangan usaha yaitu secara khusus, kemudahan bagi entitas anak untuk memperoleh akses pendanaan baik dari perbankan maupun dari para investor strategis.

Baca Juga: Emiten Perbankan Ramai-Ramai Gelar Aksi Korporasi, Investor Harus Apa?

”Tidak menutup kemungkinan, entitas anak akan menawarkan sahamnya kepada masyarakat melalui Penawaran Umum apabila kajian menyatakan siap,” ujarnya, Jumat (22/10/2021).

Perlu dikeatahui, proses pemisahan ini dilakukan dengan memindahkan enam unit kapal kargo curah besar milik perseroan, berikut persediaan dan pinjaman terkait pemisahan ke entitas anak yang akan didirikan, di mana kepemilikan saham perseroan dalam entitas anak tersebut adalah sebesar 99%.

Aksi korporasi tersebut telah dikaji dan diproses dengan mengacu pada ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Baca Juga: Meleset dari Target, Pratama Widya Pangkas Kontrak Jadi Rp252 Miliar

Dengan pemisahahan ini, diharapkan pengembangan dan pengelolaan aset dapat lebih intensif dan lebih optimal, sehingga kedua perusahaan, baik perseroan sebagai induk maupun entitas anak, dapat memberikan kontribusi yang lebih baik kepada semua pemangku kepentingan.

Iriawan menambahkan, perseroan saat ini sedang melakukan penjajakan pasar dengan para investor strategis dalam rangka pengembangan segmen usaha pengangkutan kapal kargo curah tersebut.

Di sisi lain, Corporate Secretary Pelita Samudera Shipping, Imelda Agustina Kiagoes mengumumkan bahwa per September 2021 perseroan meraih kontrak jangka panjang sebesar US$ 103 juta untuk semua unit bisnis kapal, yakni FLF/FC, TNB dan Mother Vessel (MV).

“Untuk komposisi kontrak saat ini, unit bisnis TNB per September 2021 memperoleh kontrak 87% dan spot 13%, dibandingkan dengan year to date (ytd) 2020 yaitu kontrak 86% dan spot 14%,” ujarnya.

Imelda melanjutkan, unit bisnis FLF/FC per September 2021 membukukan kontrak 92% dan spot 8%, dibandingkan dengan ytd tahun 2020 yakni kontrak 95% dan spot 5%.

Sementara unit bisnis MV, kontrak didapatkan 50% dan spot 50%, sedangkan ytd 2020 kontrak 55% dan spot 45%.

Perseroan sampai saat ini memiliki 3 Unit Floating Loading Facilities (FLF) dengan kapasitas 40,000 MT/day, kapasitas blending batubara 30,000 MT/day. Kemudian 1 Unit Floating Crane (FC) berkapasitas 20,000 MT/day.

Selanjutnya 41 Unit Kapal Tunda & 39 Unit Tongkang (TNB), dengan tongkat berukuran 270ft (1 unit), 300ft (29 unit), 330ft (11 unit). Selain itu, 6 Unit Kapal Curah Besar (MV) Kelas Handysize & Supramax, di mana Handysize berkapasitas 32.000 MT (4 unit) dan Supramax kapasitas 56.000 MT (2 unit).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini