2 Tahun Jokowi-Ma'ruf: IHSG Rebound ke Level Tertinggi, RI Berhasil Keluar dari Resesi

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Jum'at 22 Oktober 2021 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 278 2490154 2-tahun-jokowi-ma-ruf-ihsg-rebound-ke-level-tertinggi-ri-berhasil-keluar-dari-resesi-fRRI3p73jZ.jpg Anggota Komisi XI DPR Fraksi Golkar Misbakhun (Foto: MPI)

JAKARTA - Kinerja sektor keuangan pada masa pemerintahan Jokowi-Maruf menunjukan kenaikan signifikan. Salah satunya adalah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik ke level lebih tinggi dari sebelum pandemi.

“Dari sektor keuangan, dan perdangan saham untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah mengalami rebound ke level yang lebih tinggi dibandingkan level pra-pandemi. Di saat yang sama, nilai tukar mengalami tren apresiasi menuju level pra-pandemi,” kata Anggota Komisi XI dari Fraksi Partai Golkar Misbakhun, Jumat (22/10/2021).

Baca Juga: IHSG Sesi I Balik Menguat 0,05% ke 6.635

Dari sisi anggaran, sebanyak 40% alokasi anggaran untuk perlindungan sosial dan sektor kesehatan. Porsi anggaran ini tidak hanya berlaku di APBN tetapi juga di APBD tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten kota dalam bentuk refocusing dan realokasinya.

“Kalau kita lihat tekanan pertumbuhan ekonomi kita mengalami resesi tapi kemudian resesi kita tidak terlalu dalam. Bahkan Indonesia keluar dengan cepat dan pertumbuhannya positif di kuartal dua. Dengan demikian, pemerintah bisa on track dan gas dan remnya bisa tepat mana yang harus dibuka oleh pemerintah mana yang harus ditahan oleh pemerintah,” paparnya.

“Kita mengalami kenaikan signifikan artinya apa masyarakat dan investor percaya adalah negara yang ekonominya prospek yang memberikan imbal balik konsumsi mulai pulih menghadapi faktor konsumsi yang awalnya menahan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan penanamanan modal atau investasi mulai tumbuh positif khususnya di Kuartal ke-II yang tumbuh 16,8%.

“Tentunya untuk pertumbuhan ini diciptakan oleh UU Cipta Kerja yang membuka simpul birokrasi yang rumit dan simpul itu diurai sehingga lebih struktural di tingkat undang-undang upaya investasi bisa dipangkas dan dipermudah lagi yang awalnya 72 UU disatukan menjadi lebih ringkas,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini