IHSG Mampu Bangkit Sambut Akhir Pekan, Ini Pemicunya

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Jum'at 22 Oktober 2021 17:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 278 2490257 ihsg-mampu-bangkit-sambut-akhir-pekan-ini-pemicunya-mpEQciXHpZ.jpg Indeks Harga Saham Gabungan menguat hari ini (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini ditutup menguat 10,7 poin atau 0,16% ke level 6.643,738. Meskipun dibuka melemah di 6.620,659, indeks mampu membuktikan kinerjanya pada sesi pertama pagi tadi, bergerak melesat menyentuh titik tertingginya di 6.655,443. Penutupan ini membawa performa indeks menguat dalam sepekan (0,27%), sebulan (8,16%), dan year to date (11,12%).

Baca Juga: 246 Saham Menguat, IHSG Naik ke Level 6.643

Adapun 246 emiten menguat, 270 melemah, dan 147 lainnya stagnan. Total transaksi mencapai Rp14,5 triliun dari 21 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

Pengamat Pasar Modal Oktavianus Audi penguatan indeks akhir pekan ini ditopang oleh kondisi perekonomian dalam negeri yang menunjukkan catatan positif.

Baca Juga: 2 Tahun Jokowi-Ma'ruf: IHSG Rebound ke Level Tertinggi, RI Berhasil Keluar dari Resesi

"Kalau untuk posisi IHSG sekarang ditopang oleh kondisi data-data ekonomi yang sudah keluar. PMI (Purchasing Managers Index) kita juga sudah meningkat di atas 50, dari sisi ekspor kita juga masih terus naik," katanya dalam 2nd Session Closing, Jumat (22/10/2021).

Audi juga mencatat bahwa tingginya harga komoditas masih memberikan keuntungan bagi sejumlah emiten-emiten pertambangan, meski ada koreksi dalam beberapa waktu terakhir.

"Sebenarnya ada sedikit keuntungan untuk Indonesia ketika harga komoditas reli, karena kalau dilihat dari data ekspor, kalau kita bandingkan dari tahun-tahun sebelumnya, sebenarnya kenaikan ekspor non-migas ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan khususnya di komoditas batu bara," tegasnya.

Melihat hal ini, Audi meyakini prospek IHSG ke depan masih mendapat dukungan fundamental yang cukup baik. Namun, peluang koreksi ke depannya juga masih terbuka.

"Di sini keliatan pondasi IHSG kita ditopang dengan fundamental ekonomi yang cukup kuat. Ketika ada koreksi ke depannya akan menjadi koreksi yang wajar dan sehat," pungkasnya.

Seperti diketahui, investor asing mencatatkan pembelian bersih secara akumulasi mencapai Rp1,19 triliun, terdiri dari Rp1,13 triliun di pasar reguler, dan Rp56,69 miliar di pasar negosiasi-tunai.

Sebagian indeks di kawasan Asia juga terpantau menguat, seperti: N225 (0,34%), HSI (0,42%), STI (0,44%), dan SSEC (-0,34%).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini