Erick Thohir Tugasi PLN Gaet Investor Proyek Energi Terbarukan

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 22 Oktober 2021 15:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 320 2490176 erick-thohir-tugasi-pln-gaet-investor-proyek-energi-terbarukan-arrzeKoNIL.jpg PLN Ditugasi Cari Investor Baru untuk Proyek EBT. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menginstruksikan kepada PT PLN untuk mencari investor baru dalam pelaksanaan energi baru dan terbarukan (EBT).

Menurutnya, investasi baru dalam program EBT perlu didorong, tujuannya tak hanya soal pendanaan, namun mendorong implementasikan eco lifestyle. Sebuah gagasan yang menegaskan keseimbangan antara pembagunan dan lingkungan hidup.

Baca Juga: Serius Nih! RI Stop Jual Kendaraan BBM hingga Pakai Nuklir

Di luar proyek Rencana Usaha Penyediaan tenaga Listrik (RUPTL), Erick memandang, penerapan eco lifestyle bagi masyarakat perlu dilakukan. Upaya itu pun sudah dirapatkan antara Kementerian BUMN dan manajemen perseroan.

"Karena energi terbarukan perlu new investment. Nah, ini yang saya di rapat terakhir dengan PLN, saya sangat menekankan bagaimana PLN bersama Kementerian BUMN dan tentu kita harus mulai menata ulang terlepas ada RUPTL, Tetapi memprediksi eco lifestyle yang akan terjadi di masyarakat," ujar Erick, Jumat (22/10/2021).

Baca Juga: Sri Mulyani Stop Penggunaan Batu Bara

Kementerian BUMN pun menetapkan roadmap PLN hingga 2060 mendatang. Peta jalan tersebut untuk mendorong realisasi EBT hingga 2060.

Dalam skemanya, perseroan harus menyiapkan proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) sebesar 21 gigawatt (GW). Kemudian, 15 tahun berikutnya perusahaan menyediakan 29 GW.

Pemegang saham juga mendorong kerja sama antara PLN dengan independent power producer (IPP) terkait kerja sama kontrak power purchase agreement (PPA) untuk listrik energi baru dan terbarukan.

Untuk mencapai target tersebut, perusahaan harus bertransformasi dan bekerja secara masif. Bila target tersebut berhasil direalisasikan, Erick optimistis Indonesia akan jadi negara dengan nilai kompetitif yang tinggi.

"Itu saya rasa kerjaan yang sangat masif dan di situ pun dengan transformasi yang PLN juga, kita harus pastikan nilai kompetitif Indonesia sebagai negara produksi," ungkap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini