Soal EBT, Erick Thohir Minta PLN dan Pertamina Belajar dengan AS-China

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 22 Oktober 2021 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 320 2490246 soal-ebt-erick-thohir-minta-pln-dan-pertamina-belajar-dengan-as-china-AytWKxN5pC.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)

JAKARTA - Pemerintah terus menggenjot Renewable energy atau energi baru terbarukan (EBT) untuk mengimplementasikan net zero emission pada 2060 mendatang. BUMN di sektor energi dan kelistrikan pun dituntut ambil peran besar.

Menteri BUMN Erick Thohir meminta perusahaan pelat merah di sektor energi harus belajar dengan penerapan EBT di negara-negara besar di dunia.

Meski sejumlah negara adidaya seperti Jepang, China, Inggris, hingga Amerika Serikat mengalami permasalahan EBT, namun persoalan itu justru dinilai menjadi pelajaran bagi Indonesia.

Baca Juga: Arahan Erick Thohir ke PLN: Bisnis Lebih Ramah Lingkungan

Khususnya, isu perubahan iklim yang menjadi konsentrasi pemerintahan di sejumlah negara. Erick mencatat, langkah benchmarking atau perbandingan penting dilakukan untuk melihat transisi energi di dalam negeri.

"Kalau kita lihat juga banyak negara besar, apakah Jepang, Cina, Inggris, AS, kemarin membuat statement yang mereka juga kesulitan. Kalau mereka juga kesulitan penting sekali kita mempelajari isu-isu benchmarking supaya kita juga transisi daripada renewable energy-nya tepat," ungkap Erick, Jumat (22/10/2021).

Baca Juga: Erick Thohir: EMI Gabung dengan PLN demi Efisiensi

Dia lain sisi, dia mengingat agar program EBT tidak hanya sebatas wacana saja dan harus diimplementasikan. Meski begitu, BUMN tidak bisa bekerja secara mandiri, namun menggandeng sejumlah pihak sebagai mitra kerja, termasuk masyarakat.

Erick juga menegaskan net zero emission bisa menjadi sebuah gaya hidup kedepannya. Dimana, sebuah pola hidup yang mengedepankan pembangunan dan lingkungan (eko lifestyle).

"Eko lifestyle yang akan terjadi di Indonesia ini akan berdampak sangat luar biasa, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga untuk dunia. Karena itu penting sekali kolaborasi, gotong royong dalam membangun roadmap bersama-sama antara stakeholder pemerintah, antara stakeholder masyarakat dan tentu para expert yang ada di energi terbarukan," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini