Tegas! Tak Ada Diskon Obligor BLBI, Harus Bayar Semua Utang

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 22 Oktober 2021 17:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 320 2490252 tegas-tak-ada-diskon-obligor-blbi-harus-bayar-semua-utang-1LssZRiJ99.jpg Tak Ada Diskon Obligor BLBI (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tidak ada diskon utang bagi debitur atau obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Dengan demikian, semua utang harus dibayarkan ke negara.

Hal ini ditegaskan pihak Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan setelah pihaknya mengeluarkan kebijakan yakni Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15 Tahun 2021 untuk memberikan keringanan utang kepada para debitur kecil dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Baca Juga: Mahfud MD ke Obligor BLBI: Jangan Main-Main Rakyat Sedang Susah!

Direktur Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain DJKN Lukman Efendi mengatakan, program keringanan pembayaran piutang ini ditujukan kepada masyarakat dan UMKM yang memiliki utang ke negara maksimal Rp5 miliar. Sedangkan debitur dan obligor BLBI memiliki utang di atas Rp1 triliun.

"Jadi memang sasaran debitur kecil kalau untuk keringan utang. Kalau BLBI tidak termasuk karena utangnya sangat besar," kata Lukman dalam video virtual, Jumat (22/10/2021).

Dia menjelaskan, keringanan atau diskon yang diberikan untuk piutang debitur kecil ini adalah sebesar 35% dari sisa utang pokok jika didukung jaminan berupa tanah dan bangunan. Kemudian untuk debitur yang tidak didukung barang jaminan berhak mendapatkan

"Jadi memang sasaran kita debitur yang kecil-kecil, yang diserahkan dari Kementerian/Lembaga. Kalau BLBI (utangnya) yang biasanya besar-besar, ada Rp1 triliun, Rp2 triliun dan Rp3 triliun. Ini tidak masuk skema kita," katanya.

Saat ini, Kementerian Keuangan telah mengeluarkan kebijakan yakni Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15 Tahun 2021 untuk memberikan keringanan utang kepada para debitur kecil dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Serta, para debitur dapat melakukan pelunasan pada bulan Oktober sampai dengan tanggal 20 Desember 2021, debitur berhak mendapatkan tambahan keringanan sebesar 20% dari sisa utang pokok setelah diberikan keringanan.

Lalu, dalam bentuk pengurangan sisa utang pokok, debitur yang mengalami piutang macet akibat pandemi covid-19, dapat mengajukan keringanan dalam bentuk moratorium berupa penundaan penyitaan, penundaan lelang atau penundaan paksa badan sampai dengan status bencana nasional Covid-19 dicabut. Program keringanan utang ini akan berakhir di bulan Desember 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini