Proyeksi IHSG di Pekan Terakhir Oktober, Saham Perbankan Jadi Sorotan

Anggie Ariesta, Jurnalis · Minggu 24 Oktober 2021 10:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 24 278 2490824 proyeksi-ihsg-di-pekan-terakhir-oktober-saham-perbankan-jadi-sorotan-GdGHSAX83X.jpg Proyeksi IHSG di Pekan Terakhir Oktober. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan pekan depan. Hal ini ditopang data ekonomi yang sudah dilaporkan meningkat.

Namun, menurut Pengamat Pasar Modal Oktavianus Audi, meski didorong beberapa sentimen positif, investor perlu perhatikan gerak sektor perbankan yang rawan koreksi.

Baca Juga: IHSG Dibuka di Zona Merah, Turun ke 6.601

"Perbankan sendiri kita sudah harus mulai waspada khususnya yang trading ya, karena kalau saya lihat di sisi beberapa emiten khususnya big caps, sudah masuk arah margin beli, pekan depan diantisipasi terjadinya taking profit dan menurut saya ini salah satu hal yang cukup wajar di pergerakan arah saham," kata Oktavianus kepada MNC Portal, Minggu (24/10/2021).

Sentimen lainnya adalah IHSG didorong berkat harga komoditas yang naik seiring dengan laporan data ekspor yang meningkat signifikan.

Baca Juga: Cek Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini

"Sebenarnya ada sedikit keuntungan dimana ketika harga komoditas itu naik, dilihat dari data ekspor kita kalau kita bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya kenaikan ekspor non migas ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan khususnya di komoditas pertambangan seperti batu bara itu sendiri," ujarnya.

Dengan demikian, jika terjadi koreksi di sektor pertambangan maupun perbankan, menurut dia itu adalah hal yang wajar.

"Jadi memang kalau kita lihat IHSG kita ini ditopang oleh ekonomi yang cukup kuat, jadi saya pikir jika ada koreksi kedepannya saya pikir itu menjadi harga koreksi yang masih wajar, masih sehat seperti itu," katanya.

Lebih lanjut, Oktavianus mengatakan sektor perbankan sebenarnya masih dalam posisi, terutama didorong dengan adanya pemulihan ekonomi, dan data Bank Indonesia bahwa tingkat kredit kita bertumbuh.

"Jadi memang ini menjadi salah satu pendorong atau meningkatkan sektor perbankan itu sendiri, dimana kita lihat sangat baru sekali tingkat konsumsi masyarakat yang sudah mulai pulih, aktivitas sudah mulai kembali lagi. Seiring dengan adanya recovery kasus Covid-19, kita sudah bisa mulai beraktivitas kembali, PPKM sudah mulai turun, di satu sisi itu akan menimbulkan lagi minat kredit yang meningkat," jelasnya.

Kemudian jika dilihat dari data Kuartal III ekonomi kita masih tumbuh walaupun lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya. "Tapi kita lihat disini satu sisi sudah mulai ada perbaikan, saya pikir ini akan mendorong sekali dari emiten perbankan khususnya big caps sendiri," ujarnya.

Berikut rekomendasi saham big caps yang perlu dicermati, ada BBCA diatas 7.400-7.800, BBNI level support diatas 7.100, BBRI perhatikan level resisten 4.430-4.470. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini