Berkat Porang, Warga Desa Jadi Kaya Raya hingga Bisa Beli Mobil

Minggu 24 Oktober 2021 07:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 24 455 2490775 berkat-porang-warga-desa-jadi-kaya-raya-hingga-bisa-beli-mobil-lBscC0SJLA.jpg Berkat Porang , Warga Desa Bisa Beli Mobil. (Foto: Okezone.com/Kementan)

JAKARTA- Berkat tanaman porang, warga di desa Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, menjadi jutawan. Seperti dialami Ahmad Yani, petani porang ini terlihat menenteng umbi porang dengan berlatar mobil yang baru dibelinya saat musim panen tahun ini.

Sejak umbi porang ramai ditanam di Kabupaten Madiun, Jawa Timur (Jatim) ternyata berdampak pada perekonomian masyarakat setempat. Muncul desa-desa jutawan karena warganya memiliki penghasilan jutaan rupiah dari menanam porang.

Seperti di Desa Durenan, Kecamatan Gemarang, yang menjadi kampung jutawan karena porang. Selain itu, juga ada Desa Bodag, Kecamatan Kare. Di desa ini, ada 120 orang yang menanam porang.

Baca Juga: 10 Ide Bisnis Makanan Ringan, dari Basreng hingga Telur Gulung

Warga desa setempat sebenarnya sudah menanam porang sejak beberapa tahun lalu. Namun, baru merasakan manisnya hasil porang pada tiga tahun terkahir. Hal ini setelah porang booming.

Sejak permintaan porang semakin tinggi, para pemuda di Desa Bodag juga sebagian besar beralih menjadi petani porang. Mereka menanam porang di lahan pribadi hingga lahan milik Perhutani.

Petani Porang Ahmad Yani mengatakan, sudah menanam sudah 10 tahun terakhir. Dia mengaku sempat merasakan umbi porang yang hanya laku dijual Rp1.000 per kg. Namun, sejak beberapa tahun terakhir harga porang berangsur naik.

Baca Juga: Bisnis Franchise di Bawah Rp5 Juta, Yuk Dicoba

Ahmad mengaku senang menjadi petani porang. Dengan luas sekitar dua hektare, dia mampu menghasilkan puluhan juta rupiah dalam sekali musim.

“Musim panen tahun 2021 ini, saya bisa mendapatkan uang senilai Rp80 juta,” kata dia, dikutip dari Solopos.com, Minggu (24/10/2021).

Dari penghasilannya menanam porang ini, Ahmad mengaku tahun ini bisa membeli satu unit mobil impiannya seharga sekitar Rp80 juta.

Sedangkan hasil panen tahun lalu, lanjutnya, bisa digunakan untuk memperbaiki rumah. Untuk memperbaiki rumah itu, diperkirakan membutuhkan uang yang mencapai puluhan juta rupiah.

Ketua Kelompok Petani Porang Desa Bodag Kecamatan Kare, Wawan Budianto, mengatakan tanaman porang memang sudah mengubah kehidupan perekonomian masyarakat di desanya. Awalnya petani porang di desanya bisa hanya puluhan orang, tetapi saat ini mencapai 120 orang yang menanam porang.

Dari 120 petani itu, kata dia, lahan yang ditanami porang di desanya mencapai 60 hektare. Untuk masing-masing petani menggarap antara setengah hektare sampai dua hektare lahan.

“Banyak yang nanam porang ya tiga tahun terakhir lah. Setelah porang ramai. Banyak warga yang mencoba menanam porang,” kata dia.

Wawan menuturkan sebagian besar petani yang menanam porang ini merupakan pemuda. Mereka tertarik untuk menanam porang karena memiliki hasil yang menguntungkan.

Sebelum porang ramai, kata dia, petani di desanya hanya menanam lahan dengan jagung dan ketela. Saat panen harganya pun sangat murah. Wawan mengklaim kondisi ekonomi masyarakat setempat meningkat.

“Ya bukti yang nampak itu mereka membeli mobil dan memperbaiki rumah setelah panen porang,” ujarnya.

Dia menjelaskan menanam porang sejauh ini menguntungkan. Meskipun harga umbi produksi porangmengalami penurunan harga. Menurutnya, panen porang itu ada tiga macam, umbi produksi, umbi bibit, dan katak.

“Kalau umbi produksi harganya turun. Kan masih ada umbi bibit dan katak. Sejauh ini masih menguntungkan dan menjanjikan,” jelas Wawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini