Bendungan Randuginting Blora Segera Diairi, Konstruksi Bangunan 85,7%

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Minggu 24 Oktober 2021 10:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 24 470 2490797 bendungan-randuginting-blora-segera-diairi-konstruksi-bangunan-85-7-rsqEgUwVTx.jpg Bendungan Randugunting. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA - Proyek Bendungan Randuginting di desa Kalinana, Blora, Jawa Tengah, hampir selesai. Bendungan ini pun siap mengairi areal lahan pertanian di sekitarnya.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, selesainya konstruksi bendungan ini akan mendukung peningkatan irigasi premium yakni irigasi yang mendapatkan air bersumber dari bendungan untuk mengairi areal pertanian di wilayah kering Kabupaten Blora dan Rembang.

Baca Juga: Pasca-Badai Siklon Tropis, Bendungan Benanain Diperbaiki

"Kunci dari pertanian adalah ketersediaan air. Kita ingin tingkatkan produktivitasnya dengan ketersediaan air yang berkelanjutan dari bendungan," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis, Minggu (24/10/2021).

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja (Satker) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana I Gusti Ngurah Carya Andi Baskara mengatakan, konstruksi Bendungan Randugunting didesain dengan tipe zonal inti tegak dengan tinggi 31 meter, panjang puncak 363,3 meter, dan lebar 10 meter.

Baca Juga: Waduk Terbesar Alami Kekeringan, Air Menyusut Terendah Sepanjang Sejarah

Saat ini progres pembangunan bendungan yang telah dibangun sejak tahun 2018 ini hingga 21 Oktober 2021 sudah mencapai 85,7% dengan masa kontrak berakhir November 2022.

"Meskipun sesuai kontrak masih sampai November 2022, kami terus mempercepat penyelesaian, sehingga ditargetkan pada November 2021 ketika konstruksi sudah di atas 95% siap impounding. Diharapkan nanti Maret 2022 tinggi permukaan air sudah memenuhi kapasitas bendungan," sambung Gusti.

Kepala BBWS Pemali Juana Muhammad Adek Rizaldi menambahkan, selain fungsi irigasi dan pengendali banjir, bendungan Randugunting yang berjarak sekitar 148 km dari Kota Semarang juga diproyeksikan untuk mendukung penyediaan air baku di Kabupaten Blora sebesar 100 liter per detik dan Pati 50 liter per detik serta pengembangan pariwisata air dan agrowisata di Kabupaten Blora.

Pelaksana pembangunan Bendungan Randugunting dikerjakan oleh PT Wijaya Karya - PT Andesmont Sakti (KSO) dengan biaya APBN 2018-2022 senilai Rp858 miliar. Pekerjaan fisik bendungan saat ini masih menyisakan bangunan pengelak (98,4%), hidromekanikal (13,3%), jalan inspeksi (95%), bendungan utama (87,2%), akses masuk bendungan (92,8%), bangunan pelimpah (95,6%), dan pekerjaan relokasi untuk Kalinanas-Todanan yang sudah mencapai 96,1%. Untuk bangunan pengambil sendiri sudah selesai 100%.

Bendungan Randugunting utamanya diperlukan untuk menjaga ketersediaan air di daerah Blora yang terkenal memiliki intensitas hujan rendah. Bendungan ini dibangun untuk menangkap air Daerah Aliran Sungai (DAS) Randugunting di Wilayah Sungai (WS) Jratunseluna selanjutnya dikendalikan agar dapat dimanfaatkan pada saat dibutuhkan, khususnya mengairi lahan irigasi pada musim kemarau.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini