Allo Bank (BBHI) Incar Dana Rp4,8 Triliun Lewat Rights Issue

Senin 25 Oktober 2021 12:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 25 278 2491263 allo-bank-bbhi-incar-dana-rp4-8-triliun-lewat-rights-issue-431uUERY8s.jpg Allo Bank Rights Issue. (Foto: okezone.com/shutterstock)

JAKARTA - PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) menetapkan harga rights issue Rp478 per lembar. Melalui aksi korporasi tersebu, perseroan bakal meraup dana segar di pasar sebesar Rp4,802 triliun.

BBHI akan perkuat modal dengan melakukan Penambahan Modal Dengan Hak memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue, dengan menawarkan sebanyak 10.047.322.871 lembar saham. Kemudian bahwa setiap pemegang 100 saham pada tanggal 16 Desember 2021 berhak atas 86 HMETD.

Kemudian 1 HMETD dapat ditebus menjadi 1 saham biasa dengan harga pelaksanaan. Demikian dikutip dari Harian Neraca, Senin (25/10/2021). 

Baca Juga: Harga Saham Bank Allo Terkoreksi Signifikan, Ada Apa?

Sementara itu, PT Mega Corpora telah menyiapkan dana Rp 1,29 triliun untuk meningkatkan modal PT Allo Bank Indonesia Tbk.`Penyuntikan` dilakukan melalui penyerapan 30% dari total right issue miliknya sebanyak 2.712.777.020 lembar dengan harga pelaksanaan Rp 478 per lembar.

Perusahaan investasi milik pengusahan nasional Chairul Tanjung itu juga akan mengalihkan 70% HMETD-nya kepada investor strategis.

Baca Juga: IHSG Sesi I Balik Menguat ke Level 6.655

Jika investor strategis itu mengambil semuanya, maka porsi kepemilikannya akan berubah sebesar 29,13% dari nihil.

Sedangkan, porsi kepemilikan PT Mega Corpora turun menjadi 60,87% dari porsi saat ini yang sebesar 90%. Sementara itu, dari dua investor, BBHI akan meraup dana sebesar Rp 4,322 triliun. Perseroan masih akan berpeluang mendapatkan tambahan modal dari 10% pemegang saham lainnya, jika meyerap right issue miliknya.

Dana hasil right issue itu akan digunakan oleh perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dalam rangka meningkatkan Modal Inti Perseroan menjadi KBMI (Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti) 2. Dana akan digunakan untuk pengembangan usaha, termasuk mengembangkan kegiatan usaha dalam bidang kredit dengan inovasi teknologi atau yang dikenal dengan bank digital.

Untuk memuluskan rencana itu, perseroan telah mendaftarkan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue ketiga ini kepada OJK. Diharapkan dapat pernyataan efektif pada tanggal 6 Desember 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini