Hari Pangan Sedunia, Mentan: Bersyukur Tidak Ada Rakyat Mati Kelaparan

Michelle Natalia, Jurnalis · Senin 25 Oktober 2021 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 25 320 2491295 hari-pangan-sedunia-mentan-bersyukur-tidak-ada-rakyat-mati-kelaparan-SNmzuQVvQ3.jpg Mentan Syahrul Yasin Limpo sebut tak ada rakyat kelaparan (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Memperingati Hari Pangan Sedunia, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pada dua tahun pandemi Covid-19 ini tidak mendengar ada orang yang meninggal karena kelaparan.

"Kita bersyukur, ini menjadi bagian dari kebahagiaan kita memperingati Hari Pangan Sedunia. Kita berharap Hari Pangan bertemakan 'Pertanian Meningkat, Pangan Aman Walaupun di Tengah Pandemi Krisis Global', mampu kita jadikan bagian-bagian dari menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kita kepada semua pihak, khususnya petani yang telah melakukan upaya-upaya yang keras itu," ucap Mentan, Senin (25/10/2021).

Baca Juga: Sebelum Ada Pandemi Kelaparan Meningkat, 3 Miliar Orang di Dunia Tak Mampu Beli Makanan Sehat

Dia mengakui bahwa dia juga kehilangan kata-kata, karena dalam dua tahun ini, dunia dilanda dengan dilematis kehidupan dengan hadirnya pandemi Covid-19 yang kelihatannya seperti sesuatu yang baru, tidak punya obat, mengkhawatirkan, dan membuat was was dalam semua kehidupan.

"Tidak ada contoh negara yang kita jadikan rujukan paling utama, bahkan, kita menjadi gamang, seakan persoalan tanpa batas untuk kita solusikan karena hadirnya pandemi yang entah dari mana, dan tidak bisa mendeteksi bentuknya, serangannya dari sebelah mana, membuat semuanya menjadi stagnasi, berhenti," ungkap SYL.

Baca Juga: Peringati Hari Pangan Sedunia, Mentan SYL: Kita Semua Bisa Menjadi Pahlawan Pangan

Barangkali, sambung dia, ada beberapa negara yang merasa survive, tetapi semua pejabat, terutama Presiden Joko Widodo, tidak pernah tidur dengan nyenyak menghadapi suasana ini.

"Kalau masih ada pejabat dalam 2 tahun ini di tengah kegelisahan bapak Presiden Jokowi masih bisa menarik nafasnya secara lega, dan merasa tentram, saya kira dia kehilangan pijakan sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap jabatan dan negaranya," tegas SYL.

Dia pun bersyukur di tengah kontraksi kehidupan akibat pandemi, pertanian Indonesia mampu menjaga negara dan bangsa ini.

"Pertanian adalah satu-satunya sektor yang terus tumbuh, dan tidak pernah surut, tidak pernah turun, bahkan dia berkontribusi terhadap PDB yang sangat kuat. Tidak saja itu, melampaui batas-batas yang ada bahkan sebelum pandemi Covid-19," terangnya.

Dia meminta agar semua pihak melihat data yang ada, pertanian tumbuh diatas 2,7% terus menerus. Pernah kita tumbuh 16,4% di PDB 2020, di saat sektor lain tidak bisa tumbuh dengan baik.

"Bahkan tidak hanya itu, kita mampu ekspor, ekspor kita naik 15,4% di 2020. Apa artinya ini? Kita memperingati hari pangan sedunia hari ini dengan rasa syukur dan terima kasih kepada Allah SWT, dengan mengatakan terima kasih petani, terima kasih mereka yang menggerakkan semua hatinya petani, yang rela berpanas-panas matahari, berhujan-hujan, bahkan menantang tantangan-tantangan Covid-19 untuk mempersiapkan makanan 273 juta orang. Ini hebat saudara, tidak hanya itu, terima kasih bapak Presiden," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini