Defisit APBN 2021 Tembus Rp452 Triliun di September

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 25 Oktober 2021 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 25 320 2491337 defisit-apbn-2021-tembus-rp452-triliun-di-september-r5RL1hRkCa.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit APBN mencapai Rp452,0 triliun hingga September 2021. Defisit tersebut setara dengan 2,74% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut penurunan defisit dibandingkan tahun lalu menggambarkan konsolidasi fiskal berjalan. Selain itu, secara tidak langsung pemulihan ekonomi sudah sesuai dengan diharapkan pemerintah.

"Dibandingkan tahun lalu, yang defisitnya Rp681,4 triliun, (defisit September 2021) ini penurunan 33,7%," ujar Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (25/10/2021).

Baca Juga: Reformasi Pajak, Sri Mulyani: APBN Punya Daya Batas

Realisasi belanja negara hingga September 2021 telah mencapai Rp1.806,8 triliun atau 65,7% dari pagu Rp2.750 triliun. Meski demikian belanja tersebut masih mencatatkan pertumbuhan minus 1,9% dari kinerja pada periode yang sama pada 2020.

Baca Juga: Modal Asing Masuk ke Pasar Saham Tembus Rp9,9 Triliun Selama Oktober

Belanja tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat senilai Rp1.265,3 triliun serta transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) Rp541,5 triliun. Realisasi TKDD mengalami kontraksi 14,0% karena pemda masih memiliki sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) yang belum dibelanjakan.

Sementara pendapatan negara mencapai Rp1.353,8 triliun atau tumbuh 16,8 persen (yoy). Realisasi pendapatan berasal dari penerimaan pajak senilai Rp850,1 triliun, bea cukai Rp182,9 triliun, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp320,8 triliun.

"Penerimaan pajak mencapai 69,1% dari pagu. Sedangkan realisasi penerimaan bea cukai mencapai 85,1% dari pagu dan PNBP telah melebihi pagu mencapai 107,6%," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini