Siap Terungkap! KNKT Bakal Buka 'Black Box' Kereta LRT Tabrakan di Cibubur

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 25 Oktober 2021 19:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 25 320 2491567 siap-terungkap-knkt-bakal-buka-black-box-kereta-lrt-tabrakan-di-cibubur-LBzajfX4re.jpg LRT Jabodebek tabrakan (Foto: MPI)

JAKARTA - Investigasi kecelakaan LRT Jabodebek tengah dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Indikasi awal, kecelakaan disebabkan human error akibat masinis pada saat melakukan langsir dengan kecepatan tinggi.

Baca Juga: Tabrakan LRT Jabodebek, Harga Satu Trainset Capai Rp125 Miliar

Sementara dugaan bahwa masinis mengalami kelelahan pada saat mengoperasikan kereta, Direktur Utama PT INKA (Persero), Budi Noviantoro mencatat, pihaknya belum bisa menyimpulkan hal tersebut.

"Ini saya belum tahu, jaraknya pendek soalnya itu, bukan dari jauh 10 kilo, inikan pendek, gitu aja. Bisa mikir ada apa, lupa gitu ya," ujar Budi, Selasa (25/10/2021).

Baca Juga: LRT Jabodebek Tabrakan, Bos Inka Minta Maaf ke Luhut hingga Erick Thohir

Terkait sebab utamanya, kata dia, KNKT lah yang menentukan berdasarkan hasil investigasi. Dia mencatat, kereta memiliki alat yang disebut sebagai tram control management yang bisa mendeteksi atau menghimpun informasi perihal kecelakaan.

"Kenapa cepat, itu nanti investigasi, nanti itu kecepatan misalnya dari apa namanya. TCM, tram control management system. Nanti ketahuan, ada kayak black box gitu ya. Nanti yang buka KNKT," ungkapnya.

Budi Noviantoro menuturkan permohonan maaf kepada Kementerian BUMN hingga Kementerian perhubungan atas insiden kecelakaan dua kereta Light Rail Transit (LRT) Jabodebek.

"Saya atas nama Dirut dan direksi PT INKA memohon maaf kepada semua pihak baik Kementerian perhubungan, Kementerian BUMN, Menko marves, KAI, LTR Jabodebek, dan teman-teman yang lain lain," tutur dia.

Dia mencatat, kecelakaan tersebut terjadi antara rangkaian atau trainset kereta nomor 20 dan nomor 29 di stasiun Cibubur.

"Maka trainset 29 yang posisi kemarin atau masih di tengah-tengah, karena rangkaian inikan tersebar di antara stasiun, jadi trainset 29 itu posisi di tengah-tengah terus diambil satu per satu, kebetulan cek ke-20 itu, pada saat trainset 29 dari Ciracas mau bergabung ke arah Gajah Mukti terjadi tumburan," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini