Dahlan Iskan: Nyawa Garuda Indonesia Ada di Tangan Pertamina

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 26 Oktober 2021 17:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 320 2492071 dahlan-iskan-nyawa-garuda-indonesia-ada-di-tangan-pertamina-I26VCZP3eM.jpg Dahlan Iskan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan buka suara soal nasib PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).

Menurut Dahlan, bisnis Garuda Indonesia bergantung pada PT Pertamina (Persero). Apa maksudnya?

"Maka nyawa Garuda Indonesia sebenarnya ada di tangan Pertamina, bukan di perusahaan penyewa pesawat di Amerika atau Eropa," tulis Dahlan melalui laman disway.id, dikutip, Jakarta, Selasa (26/10/2021).

Baca Juga: Kekuatan Pelita Air, si Calon Pengganti Garuda Indonesia

Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas memang tengah melakukan negosiasi dan restrukturisasi utang dengan sejumlah kreditur dan perusahaan penyewa pesawat (lessor). Pemerintah pun masih di dihadapkan pada Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) kedua atas utang Garuda tersebut.

Restrukturisasi hingga PKPU sendiri diyakini akan menentukan mati atau hidup bisnis Garuda. Pasalnya, bila skema tersebut tak berjalan mulus, maka Kementerian BUMN akan mengambil opsi pailit.

Dahlan melihat perkara lain bila Garuda dipailitkan. Pasalnya, selama ini Pertamina terus-menerus mengirim bahan bakar kepada Garuda. Transaksi ini membuat perusahaan negara di sektor energi itu mencatat kerugian.

"Betapa ruginya Pertamina di transaksinya dengan Garuda atau Pertamina menjual bahan bakar ke Garuda dengan harga lebih mahal, memasukkan risiko ke dalam harga? Tentu hanya Pertamina dan Garuda yang tahu," katanya.

Pertamina, kata dia, seyogyanya memiliki bukti perintah dari pemegang saham secara tertulis sebagai dokumen keuangan. Bukti tersebut dapat digunakan Pertamina untuk menagih utang ke pemerintah apabila Garuda ditutup.

Di lain sisi, dia pun mengaitkan bahan bakar yang didistribusikan Pertamina kepada Garuda dengan opsi Pelita Air Service (PAS) sebagai opsi penggantinya.

"Soal bahan bakar itulah, menurut pendapat saya, salah satu pertimbangan mengapa nama Pelita muncul sebagai calon pengganti Garuda," kata Dahlan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini