Lebihi Target, PNBP Minerba Tembus Rp49,6 Triliun

Antara, Jurnalis · Selasa 26 Oktober 2021 19:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 320 2492155 lebihi-target-pnbp-minerba-tembus-rp49-6-triliun-B4p8buWHna.jpg Realisasi PNBP Minerba lampaui target (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) subsektor mineral dan batu bara (Minerba) mencapai 127,03% dari target pada September 2021. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat PNBP Minerba hingga saat ini sudah tercapai Rp49,67 triliun.

"Jadi 127% dari target sementara waktu masih ada kurang lebih tiga bulan," kata Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Ridwan Djamaluddin, Selasa (26/10/2021).

Baca Juga: Negara Kantongi Rp81,9 Triliun dari Migas

Angka realisasi yang dicapai hingga triwulan III tahun ini merupakan yang terbesar dalam lima tahun terakhir. Pada 2017, pemerintah menargetkan PNBP Minerba sebesar Rp32,72 triliun dengan angka realisasi Rp40,62 triliun hingga triwulan IV.

Bergeser ke 2018, target PNBP Minerba selama setahun sebesar Rp32,1 triliun dengan realisasi sebesar Rp50 triliun. Kemudian, realisasi PNBP Minerba hingga akhir 2019 sebesar Rp45,59 triliun atau lebih besar 3,0% dibandingkan target tahun itu sebesar Rp43,27 triliun.

Baca Juga: Penerimaan Negara Bukan Pajak Jadi Jagoan Sri Mulyani Geber APBN 2022

Pada 2020, pemerintah menurunkan target PNBP Minerba akibat pandemi COVID-19 sebesar Rp31,42 triliun dengan capaian realisasi sebesar Rp34,6 triliun hingga akhir tahun.

Adapun untuk tahun ini pemerintah menargetkan PNBP Minerba sebesar Rp39,1 triliun dan telah terealisasi sebanyak Rp49,67 triliun dalam waktu sembilan bulan.

"Jadi, ini sebuah capaian yang baik. Hal ini tentunya didorong oleh harga-harga komoditas yang sedang bagus, serta upaya pemerintah memberikan kebijakan yang memungkinkan badan usaha untuk bergerak lebih cepat dan lebih lincah," kata Ridwan.

Berdasarkan data harga acuan mineral dan batu bara Kementerian ESDM, beberapa komoditas tercatat mengalami peningkatan harga yang signifikan selama Juli hingga September tahun ini.

Harga batu bara acuan yang sebelumnya hanya sebesar USD115,35 per ton pada Juli menjadi USD150,03 per ton pada September 2021.

Kemudian, harga acuan untuk mineral jenis nikel yang awalnya hanya USD17.650,97 per metrik ton pada Juli melonjak menjadi USD192.239,26 per metrik ton pada September. Komoditas kobalt juga mengalami peningkatan dari semula USD43.199,52 per metrik ton pada Juli menjadi USD52.317,83 metrik ton pada September.

Bahkan timbal yang sempat landai sejak permulaan hingga pertengahan tahun turut melesat menyentuh harga USD2.174,67 per metrik ton pada Juli menjadi USD2.403,67 per metrik ton pada September.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini