Tenang! Pasokan Batu Bara untuk Listrik Aman meski Cuaca Buruk

Antara, Jurnalis · Selasa 26 Oktober 2021 21:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 320 2492185 tenang-pasokan-batu-bara-untuk-listrik-aman-meski-cuaca-buruk-T9zproA1M8.jpg Pasokan batu bara dijamin aman (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pasokan batu bara cukup untuk pembangkit listrik dan industri di dalam negeri dijamin aman. Pasokan batu bara cukup meski Indonesia dilanda cuaca buruk.

"Kami pastikan batu bara dalam negeri untuk listrik maupun industri akan terpenuhi," kata Direktur Pembinaan Batu Bara Kementerian ESDM Sujatmiko, Selasa (26/10/2021).

Baca Juga: Negara di Dunia Kekurangan Batu Bara hingga Tisu Toilet, Kok Bisa?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memperingatkan masyarakat terkait puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi mulai akhir tahun ini hingga Februari 2022 karena siklon tropis dan La Nina.

Kondisi cuaca itu berpotensi mengganggu aktivitas pertambangan selama beberapa bulan ke depan akibat cuaca buruk dan bencana hidrometeorologi, sehingga berpengaruh terhadap produksi batu bara domestik.

Baca Juga: Tinggalkan Energi Fosil, Presiden Jokowi Pindah ke EBT

Hingga September 2021, angka produksi batu bara di dalam negeri hanya mencapai 450 juta ton atau 72% dari target yang dicanangkan pemerintah tahun ini sebesar 625 juta ton.

Sujatmiko menjelaskan realisasi produksi yang berada di bawah target itu terjadi akibat perusahaan tambang mengurangi frekuensi pengangkutan karena kondisi jalan yang licin dan tidak lancar operasi dampak cuaca buruk.

Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 139.K/HK.02/MEM.B/2021 tentang pemenuhan kebutuhan batu bara disebutkan bahwa pembangkit listrik akan menggunakan 113 juta ton batu bara pada tahun ini, sehingga suplai dipastikan cukup untuk pembangkit dan industri di dalam negeri.

Apabila perusahaan batu bara yang telah menandatangani kontrak dengan perusahaan pembangkit listrik maupun industri tidak memenuhi kontrak, maka mereka akan mendapat sanksi berupa pelarangan ekspor dan bayar denda sesuai dengan perbedaan harga serta kekurangan pasokan.

"Sampai akhir tahun pasokan batu bara untuk listrik dan industri dapat dipenuhi dari produksi yang kami canangkan tahun ini," kata Sujatmiko.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini