Ibu Kota Baru Butuh 500 Ribu Perumahan dalam Setahun

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Selasa 26 Oktober 2021 17:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 470 2492097 ibu-kota-baru-butuh-500-ribu-perumahan-dalam-setahun-lRn0V7NNz3.jpg Ibu Kota Baru Butuh Perumahan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Para pengembang properti disebut memiliki peluang besar untuk mengembangkan properti dan membangun rumah di Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur (Kaltim).

CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menuturkan, ketika pusat pemerintahan pindah ke IKN, maka permintaan perumahan akan tinggi. Paling tidak di awal geliat IKN, ada satu juta orang pindah ke Penajam Paser.

"Begitu pusat pemerintahan pindah ke Kalimantan, maka akan kebutuhan perumahan tinggi. Bisa dibayangkan kalau semua kementerian itu pindah ke sana, bahkan 1 juta orang pindah," ujarnya di Jakarta, Selasa (26/10/2021).

Baca Juga: Ibu Kota Pindah, Bagaimana Nasib Pasar Properti di Jabodetabek?

VP of Marketing 99 Group Indonesia Bharat Buxani mengatakan, di sana dibutuhkan 250 ribu sampai 500 ribu rumah baru dalam waktu beberapa tahun pertama. Tak bisa dipungkiri, di momen ini juga akan ada banyak pengembang perumahan masuk ke ibu kota baru.

"Akan ada banyak pengembang perumahan dan pengembang bisnis lainnya ke IKN. Dalam setahun pertama sebanyak 250 ribu-500 ribu perumahan dibutuhkan," kata Bharat.

Bharat melihat peluang ini dan memberikan analisa ke banyak pengembang properti. Jika mungkin selama ini fokus ke pengembangan properti di Jabodetabek, ke depan pihaknya juga akan menganalisa peluang di IKN.

"Kalau ada project harus ada kita yang memberikan analisa, di Jabodetabek pengembang lebih fokus, tapi mungkin ga ngeh kalau akan ada peluang di Penajam Paser, dan kita pasti lakukan dan orientasi kita ini konsumen dan bisa menjawab kebutuhannya," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini