Wall Street Menguat tapi Dibatasi Anjloknya Saham Facebook

Erlinda Septiawati, Jurnalis · Rabu 27 Oktober 2021 06:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 278 2492289 wall-street-menguat-tapi-dibatasi-anjloknya-saham-facebook-lOrPMQYLXy.jpg wall Street Menguat. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street berakhir menguat pada perdagangan Selasa waktu setempat. Meski menguat, bursa saham terbebani anjloknya saham Facebook.

Padahal, indeks Dow Industrials dan S&P 500 mencapai rekor baru, tapi kenaikannya tertahan karena saham Facebook jatuh 3,92%.

Saham Facebook turun setelah memperingatkan bahwa perubahan privasi baru Apple Inc akan membebani bisnis digitalnya. Saham Facebook pun ditutup di bawah rata-rata pergerakan 200 hari untuk pertama kalinya sejak 8 Maret.

Baca Juga: Wall Street Menguat, Indeks Dow Jones Melesat 0,18%

"Facebook memiliki masalah lain, tentu saja laporan pendapatannya tidak begitu bagus," kata Managing Partner Kace Capital Advisors Ken Polcari, dilansir dari Reuters, Rabu (27/10/2021).

Adapun tiga indeks utama Wall Street, Dow Jones Industrial Average naik 15,73 poin, atau 0,04% menjadi 35.756,88, S&P 500 naik 8,31 poin, atau 0,18%, pada 4.574,79. Nasdaq Composite bertambah 9,01 poin, atau 0,06%, menjadi 15.235,72.

Baca Juga: Wall Street Bervariasi, Investor Gelisah Menunggu Keputusan The Fed

Indeks acuan S&P terangkat oleh perusahaan dengan kapitalisasi pasar yang besar. Di antaranya saham Nvidia Corp naik 6,70% atau naik ke rekor tertinggi USD247,17. Sementara Amazon.com Inc naik 1,68% dan Apple naik 0,46%.

Dukungan juga datang dari kenaikan 6,95% saham United Parcel Service Inc dan kenaikan 2,03% di General Electric Co menyusul hasil kuartalan mereka.

Sementara itu, hampir semua 11 sektor S&P naik pada sesi tersebut, seperti real estate termasuk di antara yang berkinerja terbaik.

Setelah bel penutupan, Microsoft Corp naik 1,29% sementara induk Google Alphabet Inc tergelincir 0,24% menyusul hasil kuartalan mereka.

Data menunjukkan kepercayaan konsumen AS secara tak terduga rebound pada Oktober karena kekhawatiran tentang inflasi yang tinggi diimbangi dengan membaiknya prospek pasar tenaga kerja. Sebuah laporan Departemen Perdagangan menunjukkan penjualan rumah keluarga tunggal baru melonjak 14,0% pada bulan September.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini