Gelar RUPSLB, BEI Bidik Pendapatan Rp1,5 Triliun pada 2022

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 27 Oktober 2021 12:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 278 2492491 gelar-rupslb-bei-bidik-pendapatan-rp1-5-triliun-pada-2022-ArjMXLU51H.jpg Hasil RUPLSB BEI (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memproyeksi total pendapatan usaha yang akan diperoleh naik Rp158,8 miliar atau 11,4% menjadi Rp1,55 triliun pada 2022.

Hasil ini merupakan keputusan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BEI Tahun 2021.

RUPSLB BEI dihadiri oleh 95 pemegang saham atau 100 persen dari jumlah pemegang saham pemilik hak suara.

Adapun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2022 menjadi satu-satunya agenda dan telah disetujui oleh pemegang saham.

"Kami sudah melakukan RUPSLB dengan lancar dan alhamdulillah sudah disetujui RKAT 2022," ujar Direktur Utama BEI Inarno Djajadi dalam video conference, Jakarta, Rabu (27/10/2021).

Baca Juga: BEI Rayu Generasi Milenial dan Z Investasi di Pasar Modal Indonesia

Pada tahun 2022, BEI selaku salah satu regulator Pasar Modal Indonesia akan berfokus kepada tema pengembangan yang telah ditetapkan, yakni memperluas produk dan partisipan, serta meningkatkan layanan non-cash equities.

Kegiatan tahun 2022 akan difokuskan pada perluasan produk dan layanan BEI untuk memenuhi kebutuhan pelaku di sektor jasa keuangan yang meliputi penambahan indeks acuan baru, pengayaan produk data informasi Kebursaan, enhancement pada Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) untuk mendukung pengembangan perdagangan Efek Non-Ekuitas, enhancement Taksonomi dan

Sistem XBRL, pengembangan produk Derivatif dan Waran Terstruktur, enhancement Sistem e-IPO untuk mendukung proses Penawaran Umum, hingga pengembangan Papan Pemantauan Khusus sebagai bentuk perlindungan investor.

Memperhatikan arah pengembangan pada tahun 2022 serta asumsi perkembangan penangangan pandemi COVID-19 di Indonesia, BEI mengasumsikan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada tahun 2022 mencapai Rp13,5 triliun dengan total jumlah hari Bursa sebanyak 250 hari.

Selain itu, untuk target Pencatatan Efek Baru di tahun 2022 adalah 68 Efek yang terdiri dari pencatatan saham, obligasi korporasi baru, dan pencatatan efek lainnya meliputi Exchange Traded Fund (ETF), Dana Investasi Real Estate (DIRE), serta Efek Beragun Aset (EBA).

Sebagai upaya untuk mencapai target Pencatatan Efek Baru tersebut, maka akan dilakukan berbagai rangkaian kegiatan kepada Perusahaan Tercatat dan Calon Perusahaan Tercatat, meliputi peningkatan kapasitas infrastruktur di area Pencatatan Perusahaan, serta melakukan sosialisasi, one-on-one meeting, dan workshop yang saat ini telah rutin dilakukan secara virtual melalui media daring.

"Sementara itu, BEI juga secara berkesinambungan mendukung pengembangan serta kepatuhan Anggota Bursa dan Partisipan. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan pelatihan, sosialisasi, pertemuan rutin, dukungan jasa informasi, serta dukungan teknis dalam pengembangan sistem dan layanan kebursaan," kata dia.

Kemudian, BEI juga terus menekankan komitmennya dalam melakukan pengembangan pasar sebagai upaya meningkatkan partisipasi investasi masyarakat di Pasar Modal Indonesia, sekaligus mengedepankan upaya perlindungan investor.

Hal ini dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat atau calon investor serta investor secara efektif dan berkesinambungan. Selanjutnya, BEI juga senantiasa memperhatikan tren perkembangan teknologi terkini sebagai upaya dalam meningkatkan layanan kebursaan yang optimal kepada seluruh stakeholders.

Memperhatikan seluruh target dan rencana kegiatan yang ditetapkan dalam RKAT, maka pada tahun 2022 di antaranya; proyeksi total pendapatan usaha yang akan diperoleh BEI naik Rp158,8 miliar atau 11,4 persen menjadi Rp1,55 triliun.

Kemudian, biaya usaha BEI diproyeksikan naik Rp122,6 miliar atau 11,85 persen menjadi Rp1,16 triliun, laba sebelum pajak menjadi Rp496,64 miliar, dan setelah dikurangi estimasi beban pajak sebesar Rp107,07 miliar, maka perolehan laba bersih BEI adalah sebesar Rp389,56 miliar.

Terakhir, total aset BEI diproyeksikan sebesar Rp4,24 triliun atau naik 10,29 persen dari Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2021- Revisi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini