Laba Bersih Phapros Anjlok 61,22% Jadi Rp10,4 Miliar, Kok Bisa?

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Rabu 27 Oktober 2021 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 278 2492572 laba-bersih-phapros-anjlok-61-22-jadi-rp10-4-miliar-kok-bisa-xnK7IpL2Ws.jpg Laba Phapros Indonesia anjlok (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Laba bersih PT Phapros Tbk (PEHA) mengalami penurunan tajam pada semester pertama 2021. Laba PEHA tercatat sebesar Rp10,421 miliar atau anjlok 61,22% dibandingkan periode sama tahun 2020 sebesar Rp26,876 miliar.

Akibatnya, laba per saham dasar ikut anjlok menjadi Rp12, sedangkan pada akhir Juni 2020 masih tercatat Rp32. Selain itu, perseroan mencatat penjualan bersih tumbuh 2,86% menjadi Rp466,23 miliar.

Baca Juga: Kantongi Izin, Phapros Bakal Rights Issue di Semester II-2019

Dari total penjualan itu, ditopang penjualan kepada pihak berelasi sebesar 95%, yakni kepada PT Rajawali Nusindo senilai Rp118,7 miliar dan PT Kimia Farma Trading Distribution sebesar Rp325,96 miliar. Sayangnya, beban pokok penjualan membengkak 9,13% menjadi Rp227,96 miliar, akibatnya laba kotor susut 2,85% menjadi Rp238,27 miliar.

Kemudian beban usaha membengkak 3,3% menjadi Rp185,77 miliar dan pendapatan lain lain anjlok 88,7% tersisa Rp1,6 miliar. Sementara itu, aset perseroan tercatat tumbuh 2,19% menjadi Rp1,957 triliun.

Baca Juga: Phapros Kaji Rencana Akuisisi Rumah Sakit

Hal itu dipicu kenaikan utang bank jangka pendek sebesar 7,89% menjadi Rp970 miliar. Selanjutnya, kas diperoleh dari aktivitas operasional tercatat sebesar Rp31,277 miliar atau membaik dibanding akhir Juni 2020 yang mencatatkan kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp11,39 miliar.

Direktur Utama Phapros, Hadi Kardoko pernah mengatakan, guna mengejar pertumbuhan kinerja, perseroan fokus meningkatkan pemasaran produk Multivitamin. “Untuk meningkatkan kinerja tahun ini, kami telah menerapkan langkah di bidang pemasaran, dengan melakukan pergeseran portofolio produk,”ujarnya.

Dirinya menambahkan, semula mengandalkan sektor penjualan dengan produk andalan Antimo, menjadi lebih menitikberatkan pada produk multivitamin dan produk lain yang terkait dengan Covid-19. Langkah itu, jelas dia, akan diikuti dengan menggenjot semua jaringan yang bisa digunakan untuk meningkatkan kinerja di tengah pandemi.

“Misalnya dengan pemanfaatkan pemasaran digital secara maksimal,” jelas dia.

Pada sisi lain, dia menyebutkan peran divisi penelitian dan pengembangan sangat penting. Terlebih dalam menghadapi kebutuhan penanganan pandemi Covid-19. Rencananya, perseroan akan kembali menambah produk baru tahun ini. Selanjutnya dalam rangka melakukan penyegaran, perseroan telah melakukan peresmian kantor baru di jalan Imam Bonjol, Semarang, Jawa Tengah. Tadinya, kantor lama berada di kawasan Kota Tua.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini