4 Fakta Robot Trading, Bantu Transaksi hingga Mengendalikan Emosi

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Rabu 27 Oktober 2021 16:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 278 2492675 4-fakta-robot-trading-bantu-transaksi-hingga-mengendalikan-emosi-XoQYql0NRf.jpg Robot trading bantu transaksi hingga kendalikan emosi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Aktivitas trading menjadi salah satu kegiatan populer di tengah pandemi covid-19. Adapun trading merupakan aktivitas ekonomi yang dilakukan di pasar keuangan.

Seiring perkembangan teknologi, aktivitas trading bisa dilakukan melalui robot trading. Investasi dengan menggunakan robot trading kini semakin marak. Bahkan tidak sedikit masyarakat yang terjebak pada investasi robot trading abal-abal yang akhirnya memakan korban.

Robot trading merupakan algoritma indikator yang diprogram untuk membantu menganalisa pasar secara teknikal atau grafik. Artinya, robot trading sebatas tools yang membantu para trader.

Baca Juga: Modal Asing Masuk ke Pasar Saham Tembus Rp9,9 Triliun Selama Oktober

Berikut fakta-fakta robot trading yang dirangkum dari berbagai sumber oleh MNC Portal Indonesia, Rabu (27/10/2021), di Jakarta:

1. Bisa Mengendalikan Emosi Saat Bertransaksi

Robot trading bisa membantu investor untuk mengendalikan emosi ketika bertransaksi. Hal ini bisa dilakukan, karena robot trading mampu secara otomatis menjalan transaksi dengan analisa yang lebih terukur. Investor pun tidak perlu lagi memantau secara intens pergerakan forex.

Baca Juga: Harga Komoditas Bayangi Pergerakan IHSG Pekan Depan

2. Hanya Bantu Eksekusi Transaksi

Robot trading di saham umumnya bersifat mengotomasi transaksi dan pelaporan. Maka, keputusan masih tetap ada di tangan investor. Sehingga robot trading hanya membantu menjalankan eksekusi transaksi agar investor tidak kehilangan momentum.

Alhasil, investor harus tetap memilih sendiri saham yang akan dijual atau dibeli, lalu pada target harga dan berapa jumlahnya sesuai dengan yang telah ditentukan sebelumnya..

3. Belum Diatur Regulasi yang Jelas

Secara legalitas, robot trading di Indonesia memang belum punya legalitas atau regulasi yang jelas. Hingga saat ini, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sedang mengatur regulasi sambil mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati.

Pasalnya, banyak pihak tidak bertanggungjawab yang menyalahgunakan izin lain. Sebagai contoh seperti mengambil izin MLM lewat AP2LI. Padahal transaksi forex maupun kripto berada di bawah kewenangan Bappebti.

4. Cek Performa Agar Terhindar dari Penipuan

Agar terhindar dari penipuan, investor disarankan untuk melakukan cek performa terlebih dahulu terhadap robot trading yang digunakan. Dalam pengecekan ini, trader bisa melihat seberapa besar robot trading bisa menghasilkan profit dan seberapa besar drawdown-nya saat mengalami kerugian

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini