PCR Boleh Jadi Syarat Semua Transportasi tapi Harganya Rp120 Ribu

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Rabu 27 Oktober 2021 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 320 2492590 pcr-boleh-jadi-syarat-semua-transportasi-tapi-harganya-rp120-ribu-H5tDphrh00.jpg PHRI Protes PCR Jadi Syarat Transportasi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA— Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau (PHRI) protes tes PCR menjadi syarat perjalanan semua moda transportasi. Hal ini terkait dengan masa Natal dan Tahun Baru 2022.

Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani meminta pemerintah menurunkan harga PCR dan berkiblat India yang jauh lebih murah.

Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Penumpang Pesawat Wajib Tes PCR Meski Sudah 2 Kali Vaksin

“Ya tentu dengan adanya keberatan. Sebenarnya yang jadi masalah kan harga PCR biayanya tinggi. Jadi kalau misalkan semua menggunakan PCR, misalnya yang sudah diterapkan Bali kan itu langsung nge-drop,” kata Hariyadi saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (27/10/2021)

Hariyadi menyebutkan, PHRI dan pelaku pariwisata tak akan keberatan dengan tes PCR dengan catatan harga yang dibandrol tidak semahal saat ini.

“Itu boleh aja (tes PCR) asal harganya jangan segitu. Kita kan dulu pernah menyampaikan kenapa sih kita tidak merefer India itu terbukti paling murah sedunia disana hanya sekitar 5 atau 6 rupee saja,” bebernya.

Baca Juga: Hambat Kunjungan Wisata, Aturan Tes PCR Berat Secara Fisik dan Finansial

Hariyadi mengatakan, tarif harga PCR di India hanya berkisar sekitar USD8 untuk di Airport dan di luar Airport bisa lebih murah lagi.

“Ya kalau misal di convert ke Rupiah sekitar Rp120 ribu kalau di luar Airport hanya Rp97 ribu, nah kenapa kita tidak mereferensikan ke sana. Harusnya kita seperti itu dan dicari bagaimana yang namanya PCR itu bisa lebih murah bagaimana untuk menjadi alat kontrol kita dalam melakukan aktivitas dan mobilitas,” paparnya.

Kemudian PCR bukan semata-mata menjadi persyaratan akan tetapi alat kontrol sosial di masa pandemi untuk memberikan rasa aman saat melakukan perjalanan.

“Nah itu nantinya bisa diterapkan di setiap moda transportasi perjalanan di berbagai perjalanan mau pesawat, kereta, bus dan lain lain asal hargnya semakin terjangkau. Kalau orang disuruh mengeluarkan budget 400 atau 500 keatas itu kan memberatkan masyarakat dan membuat mikir dua kali, jadi ya semoga aja turun,” tandasnya.

Meski demikian dirinya menyebut salah satu dampaknya nanti jika pemerintah menaikan harga PCR itu akan menghantam seluruh sektor transportasi dan pariwisata lebih terpuruk lagi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini