Harga Tes PCR Akhirnya Turun, Ini Alasannya

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 27 Oktober 2021 21:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 320 2492826 harga-tes-pcr-akhirnya-turun-ini-alasannya-ZWmcurDWFs.jpg Penerbangan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah memberikan penjelsan terkait penurunan harga tertinggi RT-PCR untuk Jawa dan Bali sebesar Rp 275.000, sementara daerah di luar Jawa dan Bali senilai Rp 300.000. Harga tersebut pun mulai berlaku sejak ketetapan tersebut diumumkan.

Tercatat batasan tarif tertinggi pemeriksaan PCR yang telah ditetapkan melalui surat edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/I/3713/2020, 5 Oktober 2020, hampir satu tahun yang lalu. Kemudian, sejak Agustus 2021 lalu, Kemenkes kembali menetapkan harga tertinggi PCR sebesar Rp495.000 untuk Jawa-Bali dan Rp 525.000 di luar Jawa-Bali

Meski begitu, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) meninjau ulang taif acuan tersebut. Hal tersebut berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas evaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang digelar Senin, 25 Oktober 2021 kemarin.

Atas dasar itu Kementerian Kesehatan melalui Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan meminta BPKP untuk melakukan evaluasi atas harga acuan awab RT PCR.

Baca Juga: Manipulasi Harga Tes PCR, RS hingga Klinik Ditutup!

Dari hasil investigasi lembaga auditor internal negara tersebut ditemukan bahwa adanya penurunan harga bahan habis pakai seperti cover all atau alat pelindung diri, harga reagen PCR dan RNA serta biaya overhead.

“Turunnya harga bahan baku di pasaran membuat struktur harga awab RT PCR juga mengalami perubahan,” ujar Deputi Bidang Polhukam PMK BPKP, Iwan Taufiq Purwanto dalam konferensi pers, Rabu (27/10/2021).

Diketahui, Presiden Jokowi sebelumnya meminta agar harga tes PCR diturunkan menjadi Rp 300 ribu dan berlaku 3x24 jam menyusul aturan baru pemerintah mengenai syarat perjalanan di masa PPKM.

Baca Juga: Aturan Baru, Hasil Tes PCR Keluar Maksimal 1x24 Jam

Diketahui, Presiden Jokowi sebelumnya meminta agar harga tes PCR diturunkan menjadi Rp 300.000 dan berlaku 3x24 jam menyusul aturan baru pemerintah mengenai syarat perjalanan di masa PPKM. Namun, pemerintah melalui Kemenkes bersama BPKP menetapkan tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR sebesar Rp 275.000 untuk pulau Jawa dan Bali, serta Rp 300.000 untuk luar pulau itu.

Dirjen Pelayanan Kesehatan Abdul Kadir mengatakan, batasan tarif tertinggi yang telah ditetapkan sebelumnya sudah saatnya dilakukan evaluasi bersama BPKP. Evaluasi yang dilakukan melalui perhitungan biaya pengambilan terdiri dari jasa pelayanan, reagen, biaya administrasi dan biaya lainnya yang disesuaikan dengan kondisi.

“Kami sepakati bahwa diturunkan menjadi 275.000 untuk daerah pulau Jawa dan Bali dan 300.0000 untuk di luar Pulau Jawa dan Bali,” katanya.

Selain itu, semua fasilitas kesehatan dapat mematuhi batasan tarif tertinggi yang telah ditetapkan dengan hasil dikeluarkan maksimal 1 x 24 jam. Selain itu pihaknya juga meminta Dinas Kesehatan Provinsi Kabupaten/Kota untuk melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap batas tarif tertinggi sesuai dengan kewenangan masing-masing.

“Evaluasi akan ditinjau ulang secara berkala sesuai dengan kebutuhan,” ungkapnya.

"PCR berat ya dengan harga segitu, kita tiketnya aja udah mahal, harga tiket pesat yang tinggi ditambah harga test PCR yang tinggi," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini