Pendapatan HM Sampoerna Ditaksir Rp24,5 Triliun di Kuartal III-2021

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Kamis 28 Oktober 2021 14:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 278 2493191 pendapatan-hm-sampoerna-ditaksir-rp24-5-triliun-di-kuartal-iii-2021-hnqTYegztt.jpg Laba HM Sampoerna (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) diperkirakan mampu meraup pendapatan sebesar Rp24,5 triliun atau naik 6,6% secara tahunan atau year-on-year di kuartal tiga 2021,. Prediksi ini disampaikan oleh Mirae Asset Sekuritas.

Analis Mirae Asset Sekuritas, Christine Natasya dalam kajiannya di Jakarta, kemarin mengatakan, volume penjualan industri rokok secara keseluruhan tumbuh 5,8% yoy, menjadi 74,3 miliar batang di kuartal III/2021. Secara kumulatif di sembilan bulan 2021, volume penjualan industri mencapai 216,8 miliar batang.

"HMSP mencatat pertumbuhan volume penjualan 5 persen yoy di kuartal III/2021 dan mencapai 20,8 miliar batang, dibandingkan 19,8 miliar batang di periode yang sama tahun lalu," ujarnya seperti dikutip Harian Neraca, Kamis (28/10/2021).

Baca Juga: Bos Sampoerna (HMSP) Minta Sri Mulyani Tinjau Rencana Kenaikan Tarif Cukai Rokok 2022

Adapun, volume penjualan perseroan pada kuartal III/2019 mencapai 25 miliar batang. Dengan penjualan tersebut, tercatat penjualan rokok perseroan selama sembilan bulan di 2021 tumbuh 4,3% menjadi 60,8 miliar batang. Capaian penjualan ini mencapai 76% dari proyeksi volume penjualan full year 2021 Mirae Asset Sekuritas.

Baca Juga: Investor! HM Sampoerna Tebar Dividen Rp8,46 Triliun, Berikut Jadwalnya

Disampaikannya, volume penjualan merek rokok andalan HMSP, Sampoerna A, juga mencapai level tertinggi baru sejak 2019. Dirinya mencatat, penjualan Sampoerna A tumbuh sebesar 22,5% yoy menjadi 9,7 miliar batang di kuartal III/2021. Mirae Asset Sekuritas pun memperkirakan laba kotor HMSP akan mencapai Rp4,4 triliun di kuartal III/2021, dengan perkiraan GPM yang lebih tinggi sebesar 18,1 persen.

Hingga semester I/2021, HMSP membukukan penjualan bersih Rp47,63 triliun pada semester I/2021, naik 6,47 persen secara year on year dibanding periode yang sama tahun lalu yakni Rp44,73 triliun. Meski mencatatkan kenaikan dari sisi pendapatan, laba periode berjalan HMSP terkoreksi, dari Rp4,88 triliun pada paruh pertama tahun lalu menjadi Rp4,13 triliun di paruh pertama tahun ini atau turun 15,40%.

Emiten produsen rokok bakal memacu penjualan segmen sigaret kretek tangan (SKT) sebagai salah satu upaya memulihkan kinerja keuangan. Tercatat sepanjang tahun 2020, perseroan menjual 79,5 miliar batang atau turun 19,3% dibandingkan dengan penjualan rokok 2019 sebesar 98,5 miliar batang. Sejalan dengan itu, HMSP juga mengalami penurunan pangsa pasar sepanjang 2020 menjadi hanya sebesar 28,8% dari total penjualan rokok domestik sebesar 276,3 miliar batang. Sebelumnya, pangsa pasar HMSP pada 2019 sebesar 32,2% dari total penjualan rokok domestik sebesar 305,7 miliar batang.

Presiden Direktur HM Sampoerna, Mindaugas Trumpaitis pernah bilang, keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan tarif cukai bagi segmen SKT pada tahun ini dapat membantu kinerja perseroan dan melindungi para pekerja.“Keputusan pemerintah itu memberikan peluang bagi perseroan untuk memulihkan kinerja. Oleh karena itu, perseroan akan meningkatkan pekerja di kategori itu, sekaligus memacu penjualan,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini