IPO, Widodo Makmur Perkasa Incar Dana Rp1,8 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Kamis 28 Oktober 2021 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 278 2493206 ipo-widodo-makmur-perkasa-incar-dana-rp1-8-triliun-LtZabvViYF.jpg IPO (Foto: Okezone)

JAKARTA – Menyusul anak usaha yang sukses mencatatkan sahamnya di pasar modal, PT Widodo Makmur Perkasa (WMP) yang merupakan induk usaha PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) berencana melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) sebanyak 8,3 miliar saham baru atau setara 25% dari modal yang disetor.

Disebutkan, dari aksi fundraising tersebut, perseroan menargetkan dana segar sejumlah Rp 1,8 triliun. Pada aksi korporasi tersebut, perseroan mematok penawaran tersebut dengan harga Rp 160 sampai Rp 220 per saham.

Selain IPO, perseroan juga mengadakan program Employee Stock Allocation (ESA) atau pemberian sejumlah saham kepada karyawan sebanyak 625 juta saham atau setara 7,50. Termasuk menyetujui pelaksanaan program Management Stock Option Program (MSOP) sebanyak 343 saham.

Baca Juta: Harga Sawit Naik, Pelaku Pasar Cermati IPO Nusantara Sawit Sejahtera

Perseroan menjelaskan, sekitar 11,43% dana yang diperoleh dari IPO tersebut bakal digunakan untuk membiayai pengembangan kerja sama operasi (joint operation) export yard, logistik dan rumah hewan di Australia di mana perseroan akan bekerja sama dengan mitra di Australia. Kemudian sekitar 19,06% akan digunakan untuk membiayai pembangunan fasilitas peternakan terintegrasi dan perkebunan jagung di Sumatera, Sulawesi, dan Papua. Sementara sekitar 19,06% akan digunakan untuk pemberian modal kepada entitas anak perusahaan.

Baca Juga: Dinanti Investor, BEI Sebut IPO Mitratel Akan Cetak Rekor

Lalu sekitar 17,90% akan digunakan untuk pembayaran utang perseroan dan grup. Terakhir, sekitar 32,57% dana yang diperoleh dari IPO bakal dipakai untuk modal kerja perseroan terutama untuk bahan baku. Pada pelaksanaan IPO tersebut, PT Widodo Makmur Perkasa Tbk telah menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Sedangkan penjamin emisi efek akan ditentukan kemudian.

Setelah IPO ini, maka struktur permodalan dan susunan pemegang saham perseroan menjadi Tumiyana dari sebelumnya 95,60% menjadi 71,70% atau sebanyak 23,9 miliar. Kemudian Warsini dari sebelumnya 4,0% menjadi 3,0% atau setara 1 miliar saham. Mega Nurfitriyana dari sebelumnya 0,40% menjadi 0,30% atau sebanyak 100 juta saham, dan saham publik sebanyak 8,3 miliar atau setara 25,0%.

Adapun jadwal masa penawaran awal dilaksanakan pada 27 Oktober – 9 November 2021, perkiraan tanggal efektif pada 18 November 2021, perkiraan masa penawaran umum perdana saham pada 22-24 November 2021, perkiraan tanggal penjatahan 24 November 2021, perkiraan tanggal distribusi saham secara elektronik pada 25 November 2021, dan perkiraan tanggal pencatatan pada bursa efek Indonesia pada 26 November 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini