Laba BSI Rp2,2 Triliun di Kuartal III-2021, Naik 37%

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 28 Oktober 2021 21:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 278 2493392 laba-bsi-rp2-2-triliun-di-kuartal-iii-2021-naik-37-lgyaqwZTk6.jpg Laba BSI (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau (BSI) mencatatkan kinerja yang solid pada kuartal III-2021 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp2,26 triliun, naik 37,0% secara year on year (YoY).

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan strategi BSI yang fokus pada digitalisasi, baik digitalisasi produk dan layanan kepada seluruh nasabahnya pasca penggabungan tiga bank syariah milik BUMN sejak 1 Februari 2021 lalu.

“Akselerasi digital menjadi salah satu fokus BSI dalam menggenjot bisnis. Hal ini tercermin dari transaksi kumulatif BSI Mobile yang mencapai 74,24 juta transaksi atau tumbuh 133% yoy," ujar Hery, Kamis (28/10/2021).

Baca Juga: Darya Varia Tebar Dividen Rp43,6 Miliar, Catat Jadwalnya

Hal lain juga ditunjukkan dengan kenaikan transaksi melalui e-channel pada September 2021 yang mencapai 162,40 juta transaksi atau 95% transaksi. Sedangkan sisanya sebanyak 5% masih menggunakan layanan di teller.

Hery juga memaparkan selain terdorong transaksi digital, perolehan laba bersih ditopang pula kinerja berbagai sektor. Di antaranya perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp219,19 triliun.

Terkait DPK, menurut Hery pihaknya terus meningkatkan pertumbuhan tabungan khususnya tabungan wadiah. Di mana, tabungan wadiah tumbuh signifikan sebesar 16,22% yoy atau mencapai Rp30,35 triliun pada September 2021.

Sementara itu untuk total tabungan bertumbuh 11,57% yoy yang mencapai Rp91,43 triliun pada kurun waktu yang sama.

Baca Juga: Gelar RUPSLB, BEI Bidik Pendapatan Rp1,5 Triliun pada 2022

Dia mencatat, pertumbuhan tabungan tersebut berdampak kepada membaiknya cost of fund yang kini sekitar 2,10%. Persentase tersebut turun signifikan dibandingkan dengan Desember 2020 yang sebesar 2,67%.

Selain DPK, kinerja pembiayaan pun tak kalah moncer. Pembiayaan BSI mampu tumbuh sekitar 7,38 persen yang mencapai Rp163,32 triliun. BSI pun mampu menjaga kualitas pembiayaan (NPF) nett sebesar 1,02 persen.

"Pertumbuhan pembiayaan juga disokong oleh pembiayaan konsumer yang mencapai Rp77,89 triliun. Jumlah itu naik sekitar 21,43% secara tahunan dari sebesar Rp64,14 triliun. Disusul gadai emas yang tumbuh 15,58% l dengan penyaluran mencapai Rp4,42 triliun dari sebelumnya Rp3,82 triliun," katanya.

Sementara itu, realisasi pembiayaan komersial BSI sepanjang Januari-September 2021 mencapai Rp10,58 triliun, tumbuh sekitar 7,29% dari sebelumnya sebesar Rp9,86 triliun. Adapun untuk sektor mikro berhasil tumbuh sekitar 4,74%.

Menurutnya, BSI pun terus mendorong pertumbuhan pembiayaan kepada UMKM sehingga komposisinya hingga September 2021 mencapai 22,93% atau meningkat dari posisi Desember 2020 yang sekitar 22,40%.

Hery pun menekankan, dengan sinergi yang baik dari berbagai segmen tersebut BSI mampu meningkatkan aset menjadi Rp251,05 triliun atau naik sekitar 10,15% dari Rp227,92 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini