Harga Emas Berjangka Naik berkat Pelemahan Dolar

Antara, Jurnalis · Kamis 28 Oktober 2021 06:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 320 2492921 harga-emas-berjangka-naik-berkat-pelemahan-dolar-3h7TaBYS3V.jpg Harga emas berjangka naik (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Harga emas berjangka menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga emas naik setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi, didukung oleh penurunan imbal hasil obligasi AS dan dolar yang lebih lemah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak USD5,4 atau 0,3%, menjadi ditutup pada USD1.798,80 per ounce.

Baca Juga: Turun Goceng, Emas Antam Hari Ini Dijual Rp929 Ribu/Gram

"Kami berada dalam periode konsolidasi untuk emas, tapi saya pikir pada akhirnya pengetatan kebijakan dan kekhawatiran inflasi akan positif untuk logam emas," kata Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA.

"Laporan keuangan perusahaan-perusahaan cukup mengesankan, dan itu mengejutkan banyak orang... Saham teknologi AS adalah tempat favorit bagi banyak investor, yang mengurangi permintaan akan tempat berlindung yang aman saat ini."

Baca Juga: Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp925 Ribu/Gram

Selera terhadap aset-aset berisiko tetap kuat setelah laporan keuangan kuartalan yang kuat dari pemilik Google, Alphabet Inc dan Microsoft Corp mengangkat Nasdaq.

Membantu emas, indeks dolar turun 0,2% terhadap para pesaingnya. Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang jadi acuan tergelincir di bawah 1,6% ke level terendah hampir dua minggu, mengurangi peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Investor sekarang menunggu pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis dan pertemuan kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) AS pada 3 November untuk petunjuk lebih lanjut tentang jadwal waktu pengurangan pembelian aset.

ECB diperkirakan akan mempertahankan kebijakannya tidak berubah dan membiarkan keputusan tentang program pembelian obligasi darurat pandemi hingga Desember.

Sementara emas sering dianggap sebagai lindung nilai inflasi, pengurangan stimulus ekonomi dan suku bunga yang lebih tinggi mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, meningkatkan peluang kerugian memegang emas.

Meningkatnya permintaan emas fisik China juga mendukung emas, menurut MarketWatch, sebuah situs web yang menyediakan informasi keuangan, berita bisnis, analisis, dan data pasar saham.

Emas mendapat dukungan tambahan ketika Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Rabu (27/10/2021) bahwa pesanan barang tahan lama AS turun 0,4% menjadi 261,3 miliar dolar AS yang disesuaikan secara musiman pada September dibandingkan dengan Agustus.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 10,3 sen atau 0,43%, menjadi ditutup pada USD24,191 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun USD13,6 atau 1,32%, menjadi ditutup pada USD1.019,3 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini