Serikat Karyawan Garuda Temui Mahfud MD, Ini yang Dibahas

Erlinda Septiawati, Jurnalis · Kamis 28 Oktober 2021 09:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 320 2492984 serikat-karyawan-garuda-temui-mahfud-md-ini-yang-dibahas-qTpxRfIKBL.jpg Menko Polhukam Mahfud MD temui serikat karyawan Garuda Indonesia (Foto: Kemenkopolhukam)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menerima Pimpinan Serikat Karyawan Garuda Indonesia. Pimpinan Serikat Karyawan menyampaikan aspirasi mereka untuk penyelamatan Garuda Indonesia agar jangan dimatikan.

Baca Juga: Bos Garuda Diduga Jalan-Jalan ke Eropa Pakai Fasilitas Kantor, Karyawan Ngadu ke Erick Thohir

Pertemuan berlangsung pada 27 Oktober 2021 di gedung Kemenko Polhukam. Hadir pada pertemuan ini, Ketua Umum Serikat Karyawan PT Garuda Indonesiam, Dwi Yuliama, Ketua Harian, Tommy Tampatty, Sekjen, Anna Rosliana dan salah satu Ketua Bidang, Novrey Kurniawan. Menko Polhukam didampingi oleh Deputi III Bidang Koordinasi Hukum dan Hak Asasi Manusia, Deputi VII Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi, dan Aparatur, serta staf khusus bidang Komunikasi Publik.

Ketua Harian Serikat Karyawan Garuda, Tommy Tampatty, mengatakan bahwa mereka datang dengan semangat NKRI dan nasionalis. Ia berharap pemerintah harus berpegang pada kondisi adanya Covid-19, sedangkan untuk beban masa lalu Garuda, menurutnya pemerintah saat itu, juga telah menyetujui ekspansi, lalu BPK dan BPKP telah melakukan audit, sehingga mengapa baru sekarang dipermasalahkan.

Baca Juga: Terancam Pailit dan Digantikan Pelita Air, Intip Sejarah Panjang Garuda Indonesia

“Kami mendengar wacara bahwa pemerintah akan melakukan moratorium Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) karena force majeur akibat adanya Covid-19, kami sangat berharap semoga wacana ini benar dan segera keluar,” ujar Tommy, dikutip Kamis (28/10/2021).

Tommy berharap dari beberapa opsi penyelesaian Garuda yang saat ini ada, pemerintah akan menjalankan opsi penyelamatan garuda tanpa PKPU, kemudian pemerintah memberi bantuan modal dan setelah itu dilakukan pembenahan dan Garuda bekerja sesuai good corporate governance (tata kelola yang baik).

“Kami sangat tidak ingin opsi Garuda dimatikan, dan diganti anak perusahaan. Karena kami sangat paham bahwa tidak gampang membangun bisnis airline,” ujar Tommy.

Menko Polhukam mendengarkan dengan seksama isu yang disampaikan dari pihak Serikat Karyawan dan dan akan mempelajari permasalahan ini.

“Terima kasih atas masukannya. Pemerintah akan cari jalan terbaik dalam menyelesiakan masalah ini,” ujar Mahfud.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini