Aksi Sri Mulyani hingga Bos BI 'Main Basket' Jaga Stabilitas Sistem Keuangan

Erlinda Septiawati, Jurnalis · Kamis 28 Oktober 2021 11:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 320 2493079 aksi-sri-mulyani-hingga-bos-bi-main-basket-jaga-stabilitas-sistem-keuangan-OWnmWbOf4C.png Sri Mulyani Main Basket (Foto: Instagram)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan menjaga stabilitas sistem keuangan diibaratkan seperti tim basket menghadapi berbagai tantangan.

“Menjaga stabilitas sistem keuangan itu ibarat sebuah tim basket! Agar Indonesia mampu menjaga stabilitas sektor keuangan dengan melewati berbagai tantangan perekonomian yang mengancam keberlangsungan pertumbuhan ekonomi,” kata Sri Mulyani dalam akun Instagram-nya, Jakarta, Kamis (28/10/2021).


Baca Juga: Restrukturisasi Kredit Turun Jadi Rp738,6 Triliun

Kebijakan ini dibantu oleh pihak terkait yakni, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di bawah Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

“Kemenkeu, BI, OJK, dan LPS berkolaborasi di bawah Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menjalankan passing bola secara smooth dan efektif saat akan menggolkan sebuah kebijakan,” katanya.

Lembaga tersebut berfungsi sebagai sinergi kebijakan agar mampu sampai di titik stabilitas sistem keuangan.

“Kami adalah point getter sekaligus defender, saling bantu untuk bisa melakukan offense maupun defense sampai akhirnya bola (sinergi kebijakan) bisa masuk ke dalam ring basket (stabilitas sistem keuangan),” ujarnya.

Sri Mulyani menyebut Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) triwulan III tahun 2021 berada pada kondisi normal karena penurunan signifikan kasus Covid-19. Terlihat dari aktivitas indikator ekonomi yang sampai September 2021 terus mengalami perbaikan dan laju inflasi di level 1,6% yoy.

“Indikator mobilitas penduduk meningkat, indeks belanja masyarakat, penjualan kendaraan bermotor, penjualan semen, serta konsumsi listrik di sektor industri dan bisnis yang menunjukkan ekspansi. Sementara itu, laju inflasi tetap terkendali di level 1,6% yoy,” jelasnya.

Dia menambahkan dari sisi eksternal, surplus neraca perdagangan masih terus berlanjut. Surplus mencapai USD4,37 miliar per September 2021 atau USD25,07 miliar untuk kumulatif pada Januari hingga September 2021.

Sedangkan, dari sisi pemerintah APBN terus bekerja sangat keras, baik dalam mengatasi pandemi dan memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat. Hal ini telah mendorong percepatan pemulihan ekonomi.

Penerimaan pendapatan negara juga tergolong baik mencapai 16,8% dan defisit yang sudah jauh lebih kecil dari tahun lalu. Dengan ini menjadi dasar menjaga stabilitas sistem keuangan serta dampak positif adanya pemulihan ekonomi.

“Kami akan terus menjaga SSK dan meyakinkan SSK harus bisa bekerja mendorong pemulihan ekonomi, memberikan dampak positif bagi masyarakat dalam bentuk kesempatan kerja, kesejahteraan, dan keadilan,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini