Warning! RI Bakal Kekurangan 9 Juta Pekerja TIK pada 2030

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 28 Oktober 2021 18:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 320 2493334 warning-ri-bakal-kekurangan-9-juta-pekerja-tik-pada-2030-M2lcLzyzF5.jpg Kadin Proyeksi Ada Kekurangan 9 Juta Pekerja di Sektor Teknologi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) M Arsjad Rasjid memproyeksikan Indonesia akan kekurangan 9 juta pekerja untuk sektor teknologi informasi. Hal ini dikarenakan sumber daya manusia yang belum terampil di Indonesia.

"Kita akan kekurangan 9 juta pekerja terampil dan semi terampil di bidang TIK pada tahun 2030," kata Arsjad dalam video virtual, Kamis (28/10/2021).

Baca Juga: Pengusaha Diminta Lebih Banyak Gelar Vaksinasi Covid-19

Sementara itu, dalam perayaan Hari Sumpah Pemuda hari ini, Arsjad menekankan pentingnya kepemimpinan yang memiliki nilai Authenticity, Spirituality, dan Agility (ASA). Menurut Arsjad, seseorang harus autentik atau menjadi dirinya sendiri, bukan berpura-pura menjadi orang lain apalagi dalam mengadopsi perkembangan digital

“Seseorang harus selalu adaptive, resilient dan innovative. Nilai-nilai ini yang jadi kunci bagi kesuksesan dalam menghadapi perubahan-perubahan termasuk situasi yang datang tanpa terkira seperti pandemi ini,” terangnya.

Baca Juga: Rugi Rp10 Triliun, Ini Jurus Bangkitkan Sektor Parekraf di Tengah Pandemi

Dia menambahkan, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) meski mendominasi perusahaan di Indonesia, nyatanya masih mengalami hambatan dalam memperoleh permodalan. Adapun, dibutuhkan upaya digitalisasi secara masif agar pelaku UMKM dapat lebih mudah untuk mengakses modal demi mengembangkan usahanya.

"Tantangan pembiayaan dapat diminimalisasi dengan proses digitalisasi. Dimulai dari masalah seputar agunan kredit hingga administrasi dalam pendaftaran," tandasnya.

Di sisi lain, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sidarto Danusubroto mengatakan, peringatan Sumpah Pemuda menjadi momen bagi generasi muda/mahasiswa untuk menumbuhkan nasionalisme dan semangat juang dalam meraih tujuan bangsa Indonesia, yaitu: “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh” serta menuju Indonesia Emas pada 2045.

Harmoni Indonesia merupakan sebuah wadah dan gagasan yang lahir untuk mengharmonisasi segala potensi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, yang fokus membantu menyiapkan bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan saat ini dan masa depan sebagai bagian dari komuniti global.

Sidarto mengatakan, semangat para pemuda yang mencetuskan Sumpah Pemuda 93 tahun yang lalu harus menjadi energi positif para generasi penerus bangsa untuk memberikan kontribusi dan berperan aktif sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimiliki, dalam membangun bangsa dalam harmoni keberagaman Indonesia.

“Keberagaman atau kebhinekaan Indonesia merupakan potensi dan kekuatan yang harus kita jaga dan rawat sehingga dapat memberikan keindahan dalam kehidupan masyarakat yang sangat majemuk,” ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini