Jualan Air Minum, Pria Ini Jadi Orang Terkaya Rp858 Triliun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 28 Oktober 2021 10:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 455 2493013 jualan-air-minum-pria-ini-jadi-orang-terkaya-rp858-triliun-NaAsABH690.jpg Orang terkaya China Zhong Shanshan (Foto: Forbes)

JAKARTA - Pengusaha air minum kemasan Nongfu Spring, Zhong Shanshan menjadi orang terkaya China. Zhong menggeser pendiri Alibaba Jack Ma yang sebelumnya menempati puncak miliarder China.

Melansir data Hurun China List 2021, Zhong menduduki peringkat pertama dalam daftar orang terkaya China pertama kalinya. Kekayaan Zhong naik 7% menjadi sebesar USD60,6 miliar atau Rp858 triliun. Tahun lalu, dia berada di peringkat ketiga orang terkaya China.

Baca Juga: So Sweet, Pasutri Ini Jadi Miliarder Baru

Dikutip dari Straits Times, Kamis (28/10/2021), kekayaan Zhong terus meningkat setelah melakukan pencatatan saham perdana (IPO) Nongfu Spring. Miliarder berusia 67 tahun ini juga pemilik perusahaan farmasi Wantai Biological Pharmacy Enterprise, yang banyak mendapatkan pesanan untuk alat tes Covid-19.

Sementara Jack Ma tahun lalu berada di peringkat teratas, tahun ini turun ke posisi kelima. Kekayaan Ma menyusut 36% menjadi USD22,6 miliar atau Rp320 triliun.

Baca Juga: 2% Kekayaan Elon Musk Cukup untuk Mengatasi Kelaparan Dunia

Peringkat ketiga ditempati Zeng Yuqun. Pendiri produsen baterai lithium Contemporary Aperex Technology Co Ltd (CATL) ini memiliki kekayaan sebesar USD47,4 miliar atau Rp671,2 triliun. Hurun yang menyusun daftar tersebut menyatakan, untuk pertama kalinya konglomerat di sektor properti dan real estate tidak berada di daftar 10 besar orang terkaya China tahun ini. Pendiri raksasa properti Evergrande Group Xu Jiayin atau Hui Ka Yan terlempar dari daftar 10 orang terkaya China.

Hui menduduki puncak daftar ini pada 2017 dan tahun lalu berada di urutan kelima. Namun tahun ini, dia jatuh ke peringkat 70, di mana kekayaannya anjlok 70% menjadi USD11,3 miliar atau Rp160 triliun. Krisis likuiditas di Evergrande telah menghilangkan kepercayaan investor dan mengguncang pasar properti di negara itu.

Hal ini juga memicu kekhawatiran penularan dalam ekonomi yang lebih luas. Sementara pihak berwenang China telah mengatakan kepada Hui untuk menggunakan kekayaan pribadinya untuk meringankan krisis utang perusahaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini