Pendapatan Turun, Adhi Karya Masih Raup Laba Rp17,01 Miliar

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 02 November 2021 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 02 278 2495466 pendapatan-turun-adhi-karya-masih-raup-laba-rp17-01-miliar-w8EuhIDFNy.jpeg Adhi Karya capai Rp17,01 miliar di kuartal III-2021 (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp17,01 miliar di kuartal III 2021. Laba ADHI naik 10,59% dari sebelumnya Rp15,38 miliar meski pendapatan terkoreksi.

Bagian laba ventura bersama terpantau menyokong laba bersih ADHI karena mengalami kenaikan 124,59% menjadi Rp184,53 miliar dari sebelumnya Rp82,16 miliar. Sementara itu, pendapatan jasa konstruksi yang masih menjadi tulang punggung ADHI masih melemah 8,32% menjadi Rp5,82 triliun dari sebelumnya Rp6,34 triliun.

Baca Juga: Begini Persiapan IPO Anak Usaha Adhi Karya

Pendapatan EPC juga menyusut 39,14% menjadi Rp226,72 miliar dan pendapatan properti turun 52,39% menjadi Rp523,94 miliar. Sedangkan investasi infrastruktur naik 22,66% menjadi Rp779,69 miliar.

Total aset ADHI mengalami kenaikan 6,99% sejak awal tahun menjadi Rp40,75 triliun dari sebelumnya Rp38,09 triliun. Liabilitas naik 8,12% menjadi Rp35,16 triliun dan ekuitas naik 0,41% menjadi Rp5,59 triliun.

Baca Juga: Alasan Adhi Commuter Properti Terbitkan Obligasi

Kemudian pendapatan usaha ADHI tercatat Rp7,35 triliun atau turun 13,08% dibandingkan pada kuartal tiga 2020 sebesar Rp8,45 triliun. Hingga September 2021, ADHI merealisasikan perolehan kontrak baru sebesar Rp11,3 triliun.

Jumlah ini naik sebesar 82,3% dibanding perolehan kontrak baru pada kuartal ketiga tahun 2020 sebesar Rp6,2 triliun. Disebutkan, nilai kontrak ini merupakan gabungan dari seluruh kontrak yang ada dari berbagai lini bisnis yang perseroan miliki.

Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru pada kuartal ketiga tahun 2021, meliputi lini bisnis konstruksi sebesar 91%, properti sebesar 8%, dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.

Selain lini bisnis, kontrak ini juga meliputi berbagai tipe pekerjaan yang terdiri dari proyek gedung sebesar 27%, jalan dan jembatan sebesar 32%, proyek infrastruktur lainnya seperti pembuatan bendungan, bandara, jalur kereta api, dan proyek energi, serta proyek lainnya sebesar 41%. Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru yang bersumber dari pemerintah sebesar 34%, sumber dari BUMN dan BUMD sebesar 10%, sementara proyek kepemilikian swasta atau lainnya sebesar 56%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini