Telan Dana Rp846,65 Miliar, Proyek Bendungan Margatiga Kapan Diairi?

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 02 November 2021 21:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 02 470 2495758 telan-dana-rp846-65-miliar-proyek-bendungan-margatiga-kapan-diairi-psN81oNIdq.jpg Proyek Bendungan Margatiga. (Foto: Okezone.com/Taufik)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat pembangunan fisik Bendungan Margatiga di Lampung Timur ditargetkan rampung akhir tahun tahun ini.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung Alexander Leda mengatakan, Bendungan Margatiga dikerjakan dengan skema Kerja Sama Operasional (KSO) oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI).

"Akan tetapi memang untuk aspek 'impounding' kemungkinannya akan molor hingga tri semester pertama tahun depan akibat kendala pembebasan lahan," ujar Alexander di Mesuji Sekampung, Bandar Lampung, Selasa (2/11/2021).

Baca Juga: Pasca-Badai Siklon Tropis, Bendungan Benanain Diperbaiki

Kemudian, kata dia, proyek bendungan ini menelan dana sebesar Rp846,65 miliar, dengan skema multi years contract (MYC). Di mana untuk supervisi dilaksanakan oleh PT Yodya Karya (Persero) dan PT Wiratman secara KSO 

Dan saat ini progres fisik Bendungan Margatiga sudah mencapai 84,59%, atau lebih tinggi dari timeline proyek yang dipatok sebesar 83,09%.

"Jadi untuk realisasi keuangan terhadap proyek MYC ini telah mencapai 85,75%," ungkapnya.

Baca Juga: Bendungan Randuginting Blora Segera Diairi, Konstruksi Bangunan 85,7%

Dia menuturkan, meskipun akhir Desember 2021 pembangunan fisiknya ditargetkan rampung, namun di area genangan masih ada lahan seluas 2.300 hektare yang belum bisa dikerjakan akibat masalah pembebasan lahan yang belum selesai.

Akan tetapi, pihaknya mengaku optimis bahwa dalam rentang waktu tiga bulan atau di kuartal I-2022 nanti, masalah pembebasan lahan ini sudah bisa diselesaikan. Kementerian PUPR juga telah menempatkan staf hingga 20 orang di kantor Dinas Agraria dan Tata Ruang (ATR) setempat.

Mereka akan ditugaskan membantu para petugas melakukan pemeriksaan data-data terkait status surat tanah agar bisa segera dibebaskan.

"Pembebasan lahan ini kita udah tugaskan 20 staf di kantor Pertanahan untuk membantu percepatan, sebab pemeriksaan berkas hingga ribuan itu butuu waktu sehingga betapa rigitnya mengurus berkas tanah," jelasnya.

Seperti diketahui, Bendungan Margatiga memiliki kapasitas tampung 42,31 juta m3, dan diproyeksikan untuk mengairi lahan irigasi seluas 16.588 hektare (di Jabung Kiri 5.638 Ha, Jabung Kanan 10.950 heaktare).

Bendungan akan mampu meningkatkan intensitas tanam di daerah Jabung, bahkan hingga 200%. Dengan dukungan irigasi yang terjaga di kawasan hilir, Kementerian PUPR optimis bahwa produktivitas pertanian di wilayah Lampung Timur nantinya juga akan meningkat demi mewujudkan produksi padi sebanyak tiga juta ton per tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini