Indocement Cetak Pendapatan Rp10,6 Triliun, Laba Bersih Tumbuh 8,2%

Kamis 11 November 2021 12:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 11 278 2500142 indocement-cetak-pendapatan-rp10-6-triliun-laba-bersih-tumbuh-8-2-lGKFrwxcPz.jpg Indocement Cetak Laba. (Foto; Okezone.com)

JAKARTA PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) membukukan laba bersih sebesar Rp1,208 triliun atau tumbuh 8,24% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp1,116 triliun.

Laba per saham pun menjadi Rp328,22. Sedangkan di akhir kuartal III 2020 senilai Rp303,36.

Sementara pendapatan bersih tumbuh 4,52% menjadi Rp10,608 triliun. Rincinya, penjualan semen sebesar Rp9,84 triliun dan beton siap pakai senilai Rp750,7 miliar serta penjualan semen kepada pihak berelasi Rp 178,98 miliar.

Baca Juga: Indocement Tebar Dividen Interim Rp225 per Saham

Walau beban pokok pendapatan membengkak 4,5% menjadi Rp7,016 triliun, tapi laba kotor tumbuh 4,5% menjadi Rp3,592 triliun. Kemudian aset perseroan menyusut sedalam 3,97% menjadi Rp26,256 triliun. Hal itu didorong penyusutan saldo laba belum dicadangkan sedalam 3,59% menjadi Rp16,61 triliun.

Selanjutnya, kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp1,29 triliun atau terpapas 9,7% dibanding akhir September 2020, yang terbilang Rp1,439 triliun. Asal tahu saja, berdasarkan segmen geografis, penjualan kepada pihak ketiga di pasar pulau Jawa masih mendominasi, yakni mencapai Rp 7,86 triliun, disusul penjualan ke Luar Jawa senilai Rp 2,5 triliun.

Baca Juga: Indocement Cetak Pendapatan Rp10,6 Triliun, Laba Bersih Tumbuh 8,2%

INTP juga mendapatkan pendapatan dari hasil ekspor kepada pihak berelasi senilai Rp 178,98 miliar. Namun, sejumlah beban INTP terpantau ikut terkerek naik. Misalnya, beban pokok pendapatan yang naik 4,5% menjadi Rp 7.01 triliun dari sebelumnya Rp 6,71 triliun.

Salah satu komponen yang naik adalah komponen bahan bakar dan listrik, yang naik 15,78% menjadi Rp 2,97 triliun dari sebelumnya hanya Rp 2,57 triliun. Beban penjualan juga naik tipis menjadi Rp 1,84 triliun dari sebelumnya Rp 1,83 triliun. Adapun penjualan semen pada INTP periode September 2021 sebesar 1.6 juta ton semen.

Sebagai informasi, analis Mirae Asset Sekuritas, Mimi Halimin dalam risetnya pernah bilang, produsen semen Tiga Roda ini diperkirakan mampu menjual hingga 18,1 juta ton semen sepanjang 2021.

Dia juga melihat, pertumbuhan penjualan semen domestik INTP lebih lambat dari pertumbuhan volume industri sepanjang delapan bulan pertama 2021, sekitar 5,6% yoy. Namun, menurutnya, pemulihan volume bertahap akan berlanjut seiring dengan perkembangan kasus Covid-19 harian yang lebih rendah, karena kasus positif di Indonesia sudah menunjukkan tren penurunan.

"Selain itu, semester kedua tahun ini biasanya merupakan musim yang lebih menguntungkan untuk permintaan semen. Selama 2019/2020, volume penjualan domestik semester II INTP sekitar 31% dan 29% lebih tinggi dari semester I," tuturnya, dikutip dari Harian Neraca, Kamis (11/11/2021).

Dengan demikian, Mirae Asset berharap akan ada lebih banyak pemulihan volume di bulan-bulan mendatang. Mirae Asset pun mempertahankan perkiraan volume penjualan semen total 2021 INTP sebesar 18,1 juta ton. Hal ini didukung oleh potensi lebih banyaknya proyek konstruksi di semester II/2021 dan potensi dimulainya kembali kegiatan ekonomi secara bertahap.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini