Bahas Krisis Ekonomi, Ini Pembicaraan Sri Mulyani dengan Menkeu Malaysia

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 11 November 2021 20:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 11 320 2500454 bahas-krisis-ekonomi-ini-pembicaraan-sri-mulyani-dengan-menkeu-malaysia-fGZepvxdQP.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Malaysia melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang kerja sama dan bantuan administrasi timbal balik bidang kepabeanan

Nota Kesepahaman ini merupakan payung hukum yang diinisiasi Kastam Diraja Malaysia dan disambut baik oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Bea Cukai), Kementerian Keuangan. Gagasan ini disampaikan dalam Bilateral Meeting kedua Administrasi Kepabeanan ke-12 yang diselenggarakan di Melaka, Malaysia tahun 2014.

Pada Agustus 2021 kedua belah pihak telah melakukan finalisasi dan menyepakati draft Nota Kesepahaman tersebut sehingga dapat ditandatangani oleh Menkeu masing-masing Negara.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut ruang lingkup Nota Kesepahaman mencakup pertukaran data/informasi yang bersifat administratif dan intelijen, capacity building untuk kedua pihak serta mengakomodasi pertukaran informasi dengan menggunakan teknologi informasi.

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut G20 Punya Peran Penting Atur Ekonomi Dunia

Badan Pelaksana Nota Kesepahaman ini adalah Bea Cukai dan Kastam Diraja Malaysia.

"Kerja sama antara Indonesia dengan Malaysia di bidang kepabeanan sudah terjalin sejak lama," kata Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (11/11/2021).

Sementara itu, dalam pertemuan Indonesia dan Malaysia, berbagi pengalaman serta pemahaman terkait penanganan krisis keuangan global dan krisis akibat pandemi Covid-19, termasuk langkah kebijakan extraordinary dalam menangani ketidakpastian sebagai dampak pandemi.

"Kedua Menteri Keuangan juga saling berbagi mengenai berbagai kebijakan di masa pandemi, termasuk mengelola progress pemulihan ekonomi dan konsolidasi fiskal" katanya.

Baca Juga: Pemulihan Ekonomi Tak Merata, Ini Sederet Tantangan Baru yang Dihadapi Negara G20

Ke depan, kedua belah pihak sepakat juga untuk berbagi perhatian dan akan semakin mempererat kerja sama di berbagai bidang terkait isu ekonomi, keuangan dan fiskal termasuk pengembangan sektor keuangan Islam dan pendalaman sektor keuangan.

Beberapa hasil kerja sama Bea Cukai dan Kastam Diraja Malaysia tersebut adalah menggagalkan upaya penyelundupan barang ilegal, seperti narkotika, barang bekas, barang yang dilarang dan dibatasi serta hasil hutan ilegal.

Salah satu bentuknya adalah Annual Bilateral Meeting yang diagendakan setiap tahun mulai dari tahun 2003. Pertemuan rutin tahunan ini merupakan pertemuan level Direktur Jenderal masing-masing Administrasi Kepabeanan sebagai forum diskusi isu-isu kepabeanan di kedua negara dan meningkatkan kerja sama yang ada.

Bentuk kerja sama lainnya adalah pengawasan bersama di wilayah perbatasan. Operasi di bidang pengawasan seperti Patroli Koordinasi Kastam Indonesia dan Malaysia (Patkor Kastima) dan joint task force on narcotics dilakukan secara berkesinambungan dan telah berhasil menggagalkan beberapa upaya pelanggaran hukum di bidang Kepabeanan.

Momentum penandatanganan Nota Kesepahaman ini diharapkan dapat menjadi landasan hukum atas kerja sama yang telah terjalin diantara kedua negara, serta dapat membuka peluang kerja sama lainnya yaitu perdagangan lintas batas dan keuangan syariah. Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan sinergi di dalam pengawasan perbatasan Indonesia-Malaysia hingga mewujudkan penurunan tingkat pelanggaran kepabeanan dan cukai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini