Berawal Jualan Kacang Kakek Ini Punya Rp75 Triliun, Kisahnya Mengharukan

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Kamis 11 November 2021 09:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 11 455 2500026 berawal-jualan-kacang-kakek-ini-punya-rp75-triliun-kisahnya-mengharukan-gcmtkn9PQn.jpg Kisah Sukses John Gokongwei. (Foto: Okezone.com/JGsummit)

JAKARTA - Kisah sukses miliarder Filipina John Gokongwei, Jr banyak memberikan inspirasi. Meski dirinya telah wafat  pada usia 93 tahun di November 2019, dirinya sukses dengan memiliki kekayaan bersih USD5,3 miliar atau setara Rp75,2 triliun (kurs Rp14.200 per USD).

Diirinya memiliki JG Summit Holdings. Perusahaan tersebut bergerak di bidang penerbangan, telekomunikasi, perbankan, makanan, listrik, hingga properti.

Saat ini, saudara Gokongwei, James Go lah yang memimpin JG Summit. Putra Gokongwei satu-satunnya, Lance, menjadi CEO-nya. Adapun putri sulungnya, Robina, memimpin Robinson Retail Holdings, pengecer multi-format terbesar kedua di Filipina.

Jangan Remahkan Kacang, Gokongwei Mulai dari Sana

Terlepas dari kewirausahaannya, Gokongwei memulai bisnis pada usia 13 tahun dengan menjual kacang yang dimasak dengan bawang putih. Sejak saat itu, dia dianggap sebagai "penantang industrialis" atas keberaniannya menjelajah ke berbagai bidang, baik bidang yang sangat kompetitif maupun belum dipetakan.

Baca Juga: Kisah Crazy Rich Mualaf, Usai Pulang ke Tanah Suci Bangun 99 Masjid

Akar konglomerat JG Summit modern berasal dari Universal Corn Products, yang didirikan Gokongwei pada 1950-an dalam bidang pembuatan tepung jagung. Pada tahun 1961, ia mendirikan Consolidated Foods Corporation, yang memproduksi Blend 45, campuran kopi buatan lokal pertama yang menjadi salah satu produk hit pertama perusahaan.

Dengan pendirian Robina Farms, Gokongwei menjelajah ke unggas, produk daging, dan pakan ternak. Didirikan pada tahun 1966, Universal Robina Corporation mulai mendominasi pasar makanan ringan dengan merek Jack 'N Jill.

Baca Juga: 10 Miliarder Makin Kaya Raya di Tengah Pandemi, Elon Musk Juaranya Berharta Rp4.500 Triliun

Selama gejolak ekonomi awal 1980-an, Gokongwei mulai terjun ke pengembangan mal. Proyek pertamanya, Robinsons Ermita di Manila, akhirnya melahirkan jaringan mal, supermarket, dan department store yang memperluas daya tarik konsumen bisnisnya untuk memasukkan gaya hidup, hiburan, dan pilihan makan.

Kemudian, ia menciptakan Robinsons Galleria, kompleks serba guna modern pertama di Filipina. Kompleks itu terletak di sudut EDSA dan Ortigas Avenue, sudut di mana Kuil Our Lady of EDSA sekarang berdiri. Dengan murah hati, tempat itu disumbangkannya Gokongwei ke Gereja Katolik.

Pada awal 1990-an, sang miliarder memasuki bisnis penerbangan yang saat itu didominasi The Philippine Airlines. Model maskapai murah, Cebu Pacific yang diusungnya merampingkan operasi dan kampanye pemasaran yang inovatif.

Gokongwei juga berinvestasi pada JG Summit Petrochemicals Group yang kini menjadi produsen resin polietilen dan polipropilena terintegrasi pertama dan terbesar Filipina.

Merek Robinson Meluas, Gokongwei Dirikan Filantropi Pendidikan

Gokongwei mulai merintis jejak dalam filantropi pada usia 80 tahun. Hal ini diumumkannya pada hari ulang tahunnya dengan menyumbangkan setengah dari kepemilikan pribadinya di JG Summit untuk mendirikan Gokongwei Brothers Foundation (GBF), cabang filantropi dari Grup Gokongwei.

Sang miliarder menganggap pendidikan sebagai investasi masa depan seseorang. Meskipun mantan pembicara pidato perpisahan sekolah dasar dan menengah Universitas San Carlos di Kota Cebu itu harus berhenti sekolah di masa remajanya untuk menghidupi keluarga, dia selalu mengerti nilai dari memiliki pendidikan yang baik.

Dia sangat percaya bahwa pendidikan adalah cara terbaik untuk mengangkat rakyat negara itu. Baginya, pendidikan yang berkualitas akan memungkinkan orang Filipina untuk bersaing secara setara di dunia. Dengan pemikiran tersebut, ia memungkinkan GBF untuk mendukung hampir 600 sarjana, terutama di bidang teknis-kejuruan.

Pada tahun 2019, ia meresmikan Pusat Pelatihan Teknis senilai PHP150 juta atau Rp42,4 miliar di Calamba, Laguna, untuk berfungsi sebagai rumah baru dari program unggulannya Iskolar ni Juan Tech-Voc.

Menjadi Inspirasi dan Raih Penghargaan

Atas perannya dalam menjadikan Grup perusahaan Gokongwei sebagai kekuatan untuk pembangunan bangsa, Asosiasi Manajemen Filipina menganugerahkan penghargaan MAP Man of the Year yang bergengsi kepada John Gokongwei Jr. pada 2017. Penghargaan atas ketajaman bisnis dan kualitas manajemennya itu mengakui cara dia mengarahkan Grup Gokongwei menuju pertumbuhan substansial.

Pada tahun yang sama, Gokongwei juga menerima Legacy Award dari ASEAN Business Advisory Council atas dukungannya terhadap pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Filipina dan Asia Tenggara. Penghargaan ini sering diberikan kepada para pemimpin bisnis yang memberikan inspirasi dalam memajukan kewirausahaan.

Kepergian Gokongwei pada 2019 lalu tak menghentikan kisahnya yang menginspirasi banyak pengusaha melalui kehidupan, ide-ide, etos kerjanya, semangat, dan ketekunannya. Dari kacang tanah hingga petrokimia, Gokongwei dianggap melakukan semuanya dengan baik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini