Menteri Basuki: Kualitas Konstruksi Bendungan Meninting Harus Lebih Baik

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Sabtu 13 November 2021 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 13 470 2501210 menteri-basuki-kualitas-konstruksi-bendungan-meninting-harus-lebih-baik-gxQj1kXZK1.jpg Menteri Basuki pastikan kualitas konstruksi bendungan meninting lebih baik (Foto: Antara)

JAKARTA - Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengecek progres pembangunan Bendungan Meninting yang berada di antara Desa Bukit Tinggi Kecamatan Gunungsari dan Desa Dasan Geria Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat.

Bendungan Meninting merupakan bendungan yang baru dimulai pengerjaannya tahun 2019 dan termasuk dalam pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan air, khususnya di Kawasan Timur Indonesia.

Baca Juga: Miris! 7 Bendungan di Sumut Mangkrak sejak 2004, Tak Ada yang Jadi

Basuki berpesan, agar dalam pembangunan bendungan, khususnya Meninting selalu memperhatikan kualitas yang terbaik, sebab menurutnya pembangunan bendungan memiliki risiko tinggi.

"Pastikan agar Bendungan Meninting dapat diselesaikan dengan kualitas yang lebih baik. Jangan sampai pembangunan bendungan yang banyak di seluruh Indonesia menjadi pekerjaan yang rutin, karena kondisi geologi masing-masing pembangunan bendungan berbeda," ujar Basuki, Sabtu (13/11/2021).

Dalam peninjauan tersebut, dia juga berbicara khusus dengan para tenaga muda yang bekerja di Bendungan Meninting dan berpesan agar para tenaga muda memanfaatkan pembangunan bendungan ini sebaik-baiknya untuk pengalaman terjun ke lapangan.

Baca Juga: Proyek Bendungan Manikin Serap Anggaran Rp426 Miliar

"Lihat dan pelajari, supaya Saudara sekalian betul-betul menjadi ahli bendungan. Tidak semua orang mempunyai kesempatan untuk mendapatkan pengalaman lapangan seperti ini, termasuk tenaga dari kontraktor dan konsultan," katanya.

Untuk itu, Basuki meminta para tenaga muda tidak segan-segan bertanya dan berdiskusi kepada para senior di lapangan. "Kuasai betul teknisnya karena tenaga spesialis kedepannya pasti akan dicari orang. Di pembangunan bendungan ini banyak ilmu spesialis yang bisa dipelajari, seperti geologi, dan pengairan," ujarnya.

Pembangunan bendungan berkapasitas tampung 12 juta m3 ini dikerjakan dalam 2 paket dengan kebutuhan biaya sebesar Rp875,25 miliar untuk paket 1 dan Rp481,33 miliar untuk paket 2.

Paket pertama mulai dari persiapan, pembangunan jalan masuk, bendungan utama, dan pekerjaan pendukung lainnya dikerjakan oleh kontraktor PT Hutama Karya (Persero) PT Bahagia Bangunnusa, KSO. Sedangkan untuk paket kedua meliputi pekerjaan jalan relokasi, bangunan pengelak, bangunan pelimpah, dan bangunan fasilitas yang dikerjakan oleh PT Nindya Karya-PT. Sac Nusantara, KSO.

Berdasarkan data hingga November 2021, progres keseluruhan pembangunan Bendungan Meninting sebesar 19,61% Kehadiran Bendungan Meninting berpotensi memberikan manfaat untuk mengairi daerah irigasi seluas 1.559,29 Ha, memenuhi kebutuhan air baku untuk Kabupaten Lombok Barat bagian Utara sebesar 150 liter per detik khususnya di wilayah Senggigi, menyediakan energi listrik sebesar 2 x 0.4 MW, dan juga sebagai destinasi wisata baru yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Turut hadir dalam tinjauan tersebut Direktur Utama PT. Nindya Karya Haedar A. Karim, Staf Ahli Menteri PUPR bidang Teknologi, Industri & Lingkungan Endra S. Atmawidjaja, Direktur Bendungan dan Danau Ditjen SDA Kementerian PUPR Airlangga Mardjono, Kepala BWS Nusa Tenggara I Hendra Ahyadi, dan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Barat Reiza Setiawan

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini