Adhi Karya (ADHI) Pede Kontrak Baru Capai Target Rp24 Triliun Tahun Ini

Antara, Jurnalis · Rabu 17 November 2021 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 17 278 2503373 adhi-karya-adhi-pede-kontrak-baru-capai-target-rp24-triliun-tahun-ini-uL6D7vEVaX.jpeg Adhi karya optimistis capai target kontrak baru di akhir tahun (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Adhi Karya (Persero) Tbk pede pertumbuhan kontrak baru bisa mencapai 20% hingga akhir 2021 atau senilai Rp24 triliun. Hingga Oktober 2021 ADHI mencatatkan kontrak baru sebesar Rp12,67 triliun.

"Sampai akhir tahun kami proyeksikan perolehan kontrak baru tumbuh sekitar 20% dari tahun kemarin di mana ADHI membukukan Rp19,7 triliun," kata Direktur Human Capital dan Sistem Adhi Karya Agus Karianto, Rabu (17/11/2021).

Baca Juga: Begini Progres LRT Jabodebek dan MRT Jakarta Fase II

Hingga triwulan III-2021 atau September 2021, ADHI mampu mencatatkan kontrak baru di angka Rp11,3 triliun di luar pajak, dengan komponen nilai, yaitu 91% dari bisnis konstruksi, 8% dari properti dan 1% sisanya dari bisnis lainnya.

Dari nilai tersebut, ADHI melakukan 41% pekerjaan gedung, 32% pekerjaan jalan dan 27% pekerjaan lainnya.

Berdasarkan sumber dananya, pendapatan proyek-proyek tersebut didapatkan 42% dari pemerintah, 20% dari BUMN dan BUMD, 38% dari swasta dan lainnya.

Baca Juga: Pendapatan Turun, Adhi Karya Masih Raup Laba Rp17,01 Miliar

Capaian tersebut juga tercatat naik 82,3% dari angka capaian kontrak di tahun sebelumnya, yakni Rp6,2 triliun pada September 2020. Kenaikan juga terjadi pada laba bersih sebesar 10,6% menjadi Rp17 miliar dari yang sebelumnya Rp15,4 miliar.

"Proyek aktif kami 195 proyek. Di masa pandemi ini ada refocusing, di mana ada 20 proyek yang di-suspend (ditangguhkan)," imbuhnya.

Hingga September 2021, ADHI membukukan pendapatan sebesar Rp7,4 triliun dan merealisasikan belanja modal sebesar Rp388,8 miliar.

Belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini didominasi oleh penyertaan proyek investasi sebesar 23,6% yang mengalami penyesuaian timeline akibat gelombang kedua COVID-19.

Selain itu, ADHI juga terus memaksimalkan kinerja melalui pelaksanaan pembangunan proyek strategis nasional, antara lain Jalan Tol Sigli-Banda Aceh sepanjang 74,2 km dengan progres per November 2021 sebesar 76,4%.

Kemudian, proyek pembangunan prasarana LRT Jabodebek sepanjang 44,5 km dengan progres per November 2021 sebesar 88,1%, dan proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A dengan progres per November 2021 sebesar 23,5%.

Di sisi lain, ADHI juga melakukan Initial Public Offering (IPO) untuk anak usaha PT Adhi Commuter Properti Tbk dengan kode ticker saham ADCP. ADCP akan melepas total 28,6% sahamnya ke publik atau sebanyak-banyaknya 8.011.204.500 lembar.

Per 10 November 2021, ADCP telah mendapatkan izin Pre Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tengah berada dalam masa bookbuilding selama 12-25 November 2021.

Dana IPO itu rencananya akan digunakan untuk pengembangan proyek eksisting dan proyek recurring (proyek berkelanjutan dengan pendapatan berulang), selanjutnya 35% untuk akuisisi atau pengembangan lahan baru, dan sisa 20% untuk pembayaran kembali sebagian pokok obligasi SERI A.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini