3 Ketakukan Calon Investor Pemula: Takut Uangnya Hilang

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Rabu 17 November 2021 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 17 622 2503179 3-ketakukan-calon-investor-pemula-takut-uangnya-hilang-5di6BJYeth.jpg Investor Pemula (Foto: Okezone)

JAKARTA - Calon investor pemula tak perlu takut memulai berinvestasi. Pasalnya, menurut perencana keuangan sekaligus CEO ZAP Finance, Prita Hapsari Ghozie, investasi tak akan membuat Anda "kena mental".

Hal ini disampaikan melalui akun Instagram @pritaghozie, (16/11/2021).

Secara umum, Prita menyebut bahwa terdapat tiga ketakutan calon investor pemula sebelum memulai investasi, yaitu:

Baca Juga: Cara Membedakan Robot Trading Asli dan Ilegal

1. Tak tahu ingin memilih investasi apa karena terlalu newbie (pemula).

2. Sangat takut uangnya hilang.

3. Tak tahan melihat naik-turunnya nilai investasi.

"Terus, gimana dong, kalau masih punya 3 ketakutan itu, padahal sadar mesti investasi? Mari kita beresin dan siapin mental untuk berinvestasi," tulis Prita pada keterangan unggahan.

Menurut buku "Psychology of Investing", kesuksesan seorang investor rupanya dipengaruhi 60% oleh kesiapan mental, serta 30% melalui cara pengelolaan uang.

Jadi, bayangkan bila Anda tak siap mental untuk investasi. Dikhawatirkan, Anda menjadi terlalu rakus, takut, dan mudah kapok.

Baca Juga: Hati-Hati! Ini 6 Kesalahan Pemula dalam Berinvestasi

Prita kemudian membagikan sebuah grafik "Investment Process - A Roller Coaster of Emotions" yang memaparkan perubahan-perubahan emosi investor saat berinvestasi.

Grafik tersebut memperlihatkan berbagai emosi naik turun yang kerap dialami investor, mulai dari posisi teratas (bahagia dan percaya diri) hingga terbawah (menyesal) yang berubah-ubah.

Prita mengatakan, salah satu strategi untuk membantu mengelola mental saat berinvestasi adalah dengan melakukan test budget loss. Cara ini, berarti Anda perlu memikirkan perasaan saat modal investasi berkurang.

Misalnya, saat memiliki budget investasi senilai Rp1 juta, apa perasaan Anda jika modal tersebut berkurang Rp50 ribu, Rp200 ribu, atau Rp500 ribu?

Menurut Prita, makin besar kemampuan Anda menoleransi potensi rugi, makin besar pula kesiapan mental untuk berinvestasi. Contohnya, jika Anda berpotensi marah saat mengalami kerugian 5%, sebaiknya cukup menabung di reksa dana pasar uang saja.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini