PPKM Level 3 saat Libur Natal dan Tahun Baru, Ini Kata Pengusaha Hotel

Avirista Midaada, Jurnalis · Kamis 18 November 2021 16:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 18 470 2503885 ppkm-level-3-saat-libur-natal-dan-tahun-baru-ini-kata-pengusaha-hotel-jiPdPJDaQP.jpg Pengusaha Hotel Sikapi Kebijakan PPKM Level 3 saat Nataru. (Foto: Okezone.com/Avirista)

KOTA MALANG - Pengelola hotel menanggapi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level tiga di masa Natal dan tahun baru (nataru). Para pelaku perhotelan mengaku tak bisa berbuat banyak dengan kebijakan yang diambil oleh pemerintah pusat.

"Pasti agak berkurang, karena peningkatan level (ke level tiga PPKM), tapi intinya pemerintah intinya menyiapkan yang terbaik," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi, saat ditemui MNC Portal, pada Kamis (18/11/2021).

Baca Juga: Hotel Kian Sepi Efek PPKM, Ancaman PHK di Depan Mata

Sejauh ini dikatakan Sujud, belum ada wisatawan yang membatalkan pemesanan reservasi hotel di saat libur nataru mendatang. Mengingat kebanyakan dari masyarakat juga sejauh ini masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

"Belum, informasinya belum menyebar, reservasi untuk tahun baru nggak seperti tahun lalu. Intinya masyarakat berhati-hati dan menunggu. Kita selalu menunggu tenang, tidak underestimate (meremehkan aturan pemerintah), kita tahan dulu, menunggu sampai ada kejelasan aturan. Ini yang terbaik, asal kita tidak ada penyekatan, kita menerima ini," terang dia.

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan Hotel Bintang 5 di Labuan Bajo

Namun memastikan momen libur natal dan tahun baru yang ditiadakan, apalagi dengan penerapan PPKM level tiga membuat pengelola hotel di Kota Batu,mengalami kerugian.

"Merugikan pasti, (okupansi hotel) mulai bagus lagi, ukuran pandemi mulai bagus, standar kita, okupansi mulai meningkat - meningkat. Ketika PPKM dilepas dari level tiga ke level dua, bahkan peningkatan wisatawan yang menginap mau pun ke taman rekreasi juga tinggi," ungkap dia.

Hal serupa diungkapkan Ketua PHRI Kota Malang Agoes Basoeki yang mengkhawatirkan adanya penurunan drastis yang membuat sektor perhotelan kembali merugi. Ia berharap agar penerapan PPKM level tiga di masa nataru, tidak seketat tahun 2020 lalu, sehingga okupansi dan perekonomian tidak anjlok.

"Harapannya semoga tidak jatuh, pokok tidak kerumunan, karena tingkat kesadaran masyarakat sekarang sudah mulai bagus, kerumunan yang justru jadi perhatian, mungkin selama kita prokes aman, karena kita level tiga buatan, bukan level tiga asli, karena sebetulnya vaksin sudah cukup, kesehatan sudah imunitas punya. Saya kira mudah-mudahan tidak seketat level tiga yang betul-betul level tiga," jelas Agoes Basoeki.

Dirinya juga telah berkomunikasi dengan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Satgas Covid-19 untuk komitmen melakukan pengawasan bersama. Supaya saat libur Natal dan tahun baru, di Kota Malang tidak terjadi peningkatan Covid-19.

"Kita harus waspada penyebaran di saat akhir tahun. Kita diminta siap - siap untuk waspada, ya harus kita terima, kalau tidak resikonya juga menimpa kita, pengalaman - pengalaman sudah dua tahun model kayak pandemi betul-betul menyakitkan," jelasnya.

Namun pihaknya tetap berkomitmen untuk menerapkan protokol kesehatan agar tetap menjaga pemulihan ekonomi di tengah mulai meningkat. "Karena sebetulnya Desember bulan panen pariwisata dan akomodasi, Desember akhir panen, di hotel istilahnya peak season ramai - ramainya hotel akhir tahun. Tapi apa boleh buat harus kita terima, karena kita harus perketat protokol kesehatan, kami cuma berpesan ke teman - teman prokes kita jaga, aplikasi Peduli Lindungi harus kita optimalkan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini