Tembus Rekor! IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 6.720

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Jum'at 19 November 2021 15:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 19 278 2504443 tembus-rekor-ihsg-hari-ini-ditutup-menguat-ke-6-720-IGJW3HxQgI.jpg IHSG Ditutup Menguat (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 83,77 poin atau 1,26% ke level 6.720,263 pada perdagangan hari ini.

Catatan ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah atau all time high di level 6.720,988.

Terdapat 301 emiten yang menguat, 203 melemah, dan 167 lainnya stagnan. Total volume yang diperdagangkan mencapai 31,5 miliar lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp14,6 triliun. Investor asing terpantau melakukan pembelian bersih di pasar reguler sebanyak Rp473,81 miliar.

Baca Juga: IHSG Sesi I Ditutup Melesat Hampir 1% Dekati 6.700

Menyusul IHSG, indeks LQ45 naik 1,87% ke 963,64, indeks JII naik 2,54% ke 577,12, indeks IDX30 menguat 2,03% ke 513,83 dan indeks MNC36 naik 1,70% ke 325,42.

Selanjutnya indeks sektoral yang menguat yakni energi (2,41%), keuangan (0,61%), infrastruktur (2,05%), non-siklikal (1,52%), properti (0,46%), teknologi (1,35%), dan transportasi (3,22%). Sedangkan yang melemah adalah kesehatan (-0,14%), dan industri (-0,20%).

Tiga emiten top gainers hari ini yaitu, PT Karya Bersama Anugerah Tbk (KBAG) 34,85% di Rp89, PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU) 34,12% di Rp228, dan PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) 12,07% di Rp65.

Sementara top losersnya adalah PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO) -6,88% di Rp176, PT Prima Alloy Steel Tbk (PRAS) -6,49% di 288, dan PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS) -6,12% di Rp92.

Analis Henan Putihrai Sekuritas Liza Suryanata mengatakan penguatan IHSG di akhir pekan ini tidak terlepas dari sentimen data ekonomi dalam negeri yang baik.

Liza memandang respons investor terhadap sejumlah sentimen global juga cenderung stabil.

"Akhirnya IHSG kita mampu ditutup dengan mantap. Ini tidak terlepas dari sentimen data-data ekonomi yang keluar hari ini, yakni trade balance yang menghasilkan surplus, berbanding jauh dari periode sebelumnya," kata Liza.

Kendati masih ada kekhawatiran atas lonjakan kasus Covid-19 di Eropa, Liza mencermati investor di pasar modal Indonesia cenderung lebih stabil berkat sentimen dalam negeri yang terjaga.

"Net buy asing masih konsisten, dan overall selama satu bulan terakhir masih stabil, maka syukurlah meski masih didera ada kekhawatiran atas tapering, inflasi, dan lonjakan kasus Covid, tetapi sentimen dari dalam negeri masih terjaga," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini