4 Fakta Presiden Jokowi "Ogah" Ekspor Bahan Mentah

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Sabtu 20 November 2021 05:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 19 320 2504584 4-fakta-presiden-jokowi-ogah-ekspor-bahan-mentah-xz7TF8IKYL.jpg Presiden Jokowi (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyatakan penolakannya untuk terus mengirimkan atau ekspor bahan-bahan mentah ke luar negeri.

Menurutnya, lebih baik memilih melanjutkan kebijakan hilirisasi di dalam negeri meskipun Indonesia terancam diadukan ke WTO atau Organisasi Perdagangan Dunia.

Berikut empat fakta Jokowi "ogah: ekspor bahan mentah lagi ke luar negeri, dirangkum Okezone pada Sabtu (20/11/2021):

1. Rencana Lanjutan Setelah Nikel

Penyetopan ekspor bahan mentah dilakukan Presiden Joko Widodo sebagai langkah lanjutan setelah penghentian ekspor nikel. Menurutnya, kebijakan stop bauksit akan dilakukan jika smelter-nya telah rampung dibangun.

Baca Juga: Jokowi: Pengendalian Covid-19 Jadi Kunci Utama Pertumbuhan Ekonomi 2022

“Nikel pertama, udah stop. Tahun depan mungkin bisa stop bauksit. Kalau smelter kita siap, stop bauksit. Bauksit sudah, tahun depannya lagi stop tembaga. Karena smelter kita di Gersik ini sudah hampir selesai. Stop,” katanya dalam Acara Kompas100 CEO Forum 2021, Kamis (18/11/2021).

2. Mantapkan Hilirisasi Secara Menyeluruh

Dia mengatakan, besi baja merupakan salah satu alasan tingginya defisit perdagangan Indonesia dengan China. Namun dengan adanya hilirisasi tersebut, defisit neraca perdagangan semakin bisa ditekan.

Jokowi pun yakin bahwa jika hilirisasi dilakukan untuk bahan mentah lainnya, maka neraca perdagangan Indonesia akan semakin baik. Dia pun heran tidak ada langkah hilirisasi selama berpuluh-puluh tahun ke belakang.

“Begitu bauksit nanti juga sama. Begitu tembaga juga sama. Kenapa berpuluh-puluh tahun tidak kita lakukan ini? Sehingga nanti neraca perdagangan kita baik, neraca transaksi berjalan kita menjadi semakin baik,” tuturnya.

Baca Juga: Stop Impor! Presiden Jokowi: Indonesia Bakal Ekspor Jarum Suntik

"Sehingga kita membuka lapangan kerja, hilirisasi, industrialisasi di negara kita," tambahnya.

3. Biar Diseret ke WTO, Indonesia Akan Lawan

Dengan kabar diseretnya Indonesia ke World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia perihal larangan ekspor bahan mentah, Jokowi mengatakan Indonesia akan melawan dengan cara apapun.

“Jangan tarik-tarik kita ke WTO (World Trade Organization/Organisasi Perdagangan Dunia), gara-gara kita setop kirim raw material (bahan mentah). Dengan cara apapun akan kita lawan,” kata Presiden Jokowi.

Jokowi menegaskan bahwa dirinya tidak takut jika negara-negara lain menggugat Indonesia ke WTO. “Meskipun kita dibawa ke WTO oleh EU (Uni Eropa), silakan, tak apa-apa. Ini nikel kita kok, dari bumi negara kita kok, silakan,” ujar Presiden Jokowi.

4. Yakin Perdagangan Akan Surplus Terhadap China

Ke depannya, presiden ingin hilirisasi bahan mentah di dalam negeri terus meningkat. Pasalnya, dia menyebut bahwa ekspor nikel dan pengolahannya menjadi besi baja, nilai produknya meningkat 10 kali lipat.

Sampai akhir tahun perkiraan saya bisa USD20 miliar. Karena di bulan Oktober ini USD16,5 miliar. Akhir tahun perkiraan saya, estimasi saya bisa USD20 miliar. Hanya dari kita stop nikel. Dan perkiraan nanti kalau jadi barang -barang yang lain, perkiraan saya bisa USD35 miliar. Hanya dari satu barang,” katanya.

Dengan begitu, Jokowi pun tampak sangat yakin bahwa surplus perdagangan Indonesia akan surplus terhadap China pada tahun 2022 mendatang. "Kita di 2018 itu minus USD18,4 miliar. 2020 sudah minus 7,85. Langsung turun. Ini dari mana ini? Dari besi baja, dari nikel yang jadi barang itu. Di 2021 sampai Oktober ini tinggal minus USD1,5 miliar. Nanti tahun depan 2022 saya yakin kita sudah plus terhadap, sudah surplus perdagangan kita dengan RRT. Saya yakin itu,” ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini