Awalnya Ditertawakan, Wanita Asal Cikarang Sukses Bisnis Gift Box dari Tanah Liat

Zikra Mulia Irawati, Jurnalis · Minggu 21 November 2021 17:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 21 455 2505088 awalnya-ditertawakan-wanita-asal-cikarang-sukses-bisnis-gift-box-dari-tanah-liat-FmSly4lXh1.png Bisnis Gift Box dari Tanah Liat (Foto: Tangkapan Layar TikTok @jesslinputrii)

JAKARTA - Bisnis seorang wanita asal Cikarang, Jawa Barat menarik perhatian berkat keunikannya. Dia memanfaatkan clay atau tanah liat sebagai bahan dasar untuk membuat sebuah gift box dengan aneka karakter yang bisa dikostumisasi.

Awalnya, dia sempat ragu untuk memulai bisnis ini karena jurusan yang dia ambil saat kuliah tidak relevan. Dia pun awalnya tidak bisa membuat kerajinan serupa. Kisah ini ia bagikan dalam sebuah video melalui akun TikTok.

“Sejujurnya pekerjaan gue yang sekarang itu bukan bidang gue. Dulu gue kuliah komunikasi dan ambil film dan sekarang berkutat sama clay. Kurang lebih satu tahun lalu gue baru banget belajar bikin clay,” kata akun Callaye @jesslinputrii, dikutip Minggu (21/11/2021).

Baca Juga: Kisah Harjo Susanto, Jualan Sabun Colek dari Warung ke Warung Kini Punya Rp7,5 Triliun

Perjalanannya pun tidak mudah. Orang-orang di sekitarnya bahkan menertawai usahanya. Namun, dia memutuskan untuk tetap bergerak maju.

“Dulu tuh sering banget gue mikir gue tuh ga bisa ngerjain kayak ginian, tapi mutusin untuk tetep nyoba walaupun awal-awal gue bikin clay sih hasilnya diketawain sama orang-orang. Ya gue ikutan ketawain juga biar kaga malu,” lanjutnya.

Saat ini, pengikutnya di TikTok hampir mencapai 100 ribu akun. Dia pun telah membuatkan gift box untuk berbagai perusahaan besar bahkan menteri.

“Learning by doing is the key. Berani ambil tanggung jawab sebagai proses belajar. Eh ternyata bisa juga ya? Ternyata udah sejauh ini ya?” kata dia.

Callaye menerima pesanan untuk berbagai karakter bahkan dalam jumlah yang banyak. Untuk mendapatkan satu box produknya, pembeli cukup merogoh kocek mulai dari Rp99 ribu. Harga menyesuaikan dengan kerumitan karakter permintaan pembeli.

“Walaupun masih banyak PR di depan, tapi melangkah aja pelan-pelan. Ga usah lari. Nikmatin aja prosesnya. Just because it’s hard, doesn’t mean it’s impossible. We can do it,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini