Astaga! Harga Minyak Goreng Diprediksi Masih Mahal hingga Tahun Depan

Athika Rahma, Jurnalis · Rabu 24 November 2021 15:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 320 2506763 astaga-harga-minyak-goreng-diprediksi-masih-mahal-hingga-tahun-depan-ULOJoG0N1n.jpg Minyak Goreng Naik (Foto: MPI)

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkirakan bahwa kenaikan harga minyak goreng akan berlanjut hingga kuartal I tahun 2022. Hal itu dikarenakan oleh menurunnya produksi minyak sawit di beberapa negara pemasok.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan menyatakan, minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO) merupakan salah satu komoditas yang mengalami supercycle, atau kenaikan harga dalam kurun waktu yang lama.

"Jadi ini berpotensi untuk terus bergerak bahkan kita sudah prediksi sampai kuartal I 2022 masih meningkat terus karena termasuk komoditas yang supercycle. Dan ini kemungkinan beranjak naik terus," ujar Oke dalam webinar INDEF, Rabu (24/11/2021).

Baca Juga: Harga Minyak Goreng Mulai Turun, Kini Dijual Rp18.963/Kg

Oke merinci, penurunan produksi minyak sawit sudah terjadi di Malaysia dengan persentase 8 persen. Lalu, produksi CPO dari Kanada, sebagai pemasok minyak canola, juga turun 6 persen.

"Dan kemungkinan produksi CPO Indonesia akan turun dari target 49 juta ton menjadi 47 juta ton," ungkap Oke.

Baca Juga: Curhat Pedagang: Harga Mahal, Kini Minyak Goreng Langka!

Ditambah lagi, saat ini terdapat krisis energi dari beberapa negara, seperti India, Cina dan negara-negara di Eropa.

Harga minyak jadi semakin melambung lantaran produsen minyak goreng di Indonesia belum terafiliasi dengan kebun sawit, sehingga mereka terlalu mengandalkan harga CPO secara global.

Untuk itu, pemerintah berkomitmen menjaga ketersediaan dan harga minyak goreng agar tidak memberatkan masyarakat, salah satunya dengan menggelontorkan stok minyak goreng kemasan yang dibanderol seharga Rp 14.000 per liter.

"Kami sudah bicara dengan produsen, khusus untuk natal dan tahun baru, produsen sudah menyiapkan minyak goreng kemasan sederhana seharga Rp 14.000 dan akan didistribusikan melalui ritel modern, dan ini disiapkan sebanyak 11 juta liter," ujar Oke.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini