Wall Street Bervariasi, Indeks S&P 500 dan Nasdaq Kompak Menguat

Antara, Jurnalis · Kamis 25 November 2021 06:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 25 278 2507037 wall-street-bervariasi-indeks-s-p-500-dan-nasdaq-kompak-menguat-2QdxJnmBBz.jpg Wall Street ditutup mixed (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Wall Street bergerak dua arah dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq menguat setelah lonjakan Nvidia dan saham teknologi lainnya diimbangi kejatuhan saham Gap dan Nordstrom menyusul laporan kuartalan yang lemah.

Indeks Dow Jones Industrial Average menyusut 0,03% atau 9,42 poin menjadi menetap di 35.804,38 poin. Indeks S&P 500 bertambah 0,23% atau 10,76 poin menjadi berakhir pada 4.701,46 poin. Indeks Komposit Nasdaq terdongkrak 0,44% atau 70,09 poin, menjadi ditutup di 15.845,23 poin.

Baca Juga: Wall Street Mixed, Nasdaq Turun 79 Poin

Nordstrom terjun 29% dan Gap anjlok 24%, setelah kedua perusahaan pengecer itu melaporkan hasil kuartalan yang lemah dan memperingatkan masalah rantai pasokan menjelang musim belanja liburan AS yang penting.

Nvidia menguat 2,9% karena bangkit kembali dari aksi jual di saham Big Tech awal pekan ini. Pembuat chip grafis itu sekarang telah melonjak sekitar 150% sepanjang tahun 2021.

Indeks S&P 500 menghabiskan sebagian besar sesi mendekati datar sebelum naik tepat sebelum penutupan.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Beragam, Indeks S&P 500 dan Nasdaq Anjlok

Indeks sektor consumer discretionary S&P 500 terangkat 0,2% setelah data menunjukkan belanja konsumen AS meningkat lebih dari yang diperkirakan pada Oktober.

Apa yang disebut Indeks Harga Belanja Personal (PCE) inti, ukuran inflasi pilihan Federal Reserve, juga melaju kian cepat pada Oktober.

Beberapa pembuat kebijakan Federal Reserve mengatakan mereka akan terbuka untuk mempercepat penghapusan program pembelian obligasi mereka dan bergerak lebih cepat untuk menaikkan suku bunga jika inflasi tinggi terjadi, risalah pertemuan kebijakan terakhir bank sentral AS menunjukkan.

Data lain menunjukkan klaim pengangguran mingguan turun dan PDB kuartal ketiga direvisi lebih tinggi, sementara survei University of Michigan menunjukkan sentimen konsumen membaik pada November.

Infeksi virus corona memecahkan rekor di beberapa bagian Eropa pada Rabu (24/11/2021), dengan investor khawatir benua itu kembali menjadi pusat pandemi yang telah mendorong pembatasan baru pada pergerakan.

Sejauh minggu ini, Nasdaq turun sekitar 1,3%, karena investor khawatir bahwa suku bunga yang lebih tinggi dapat merusak penilaian saham teknologi dan saham pertumbuhan lainnya.

"Ekuitas berada di bawah tekanan dari kombinasi kenaikan suku bunga, berita yang lebih berhati-hati di bagian pendapatan, dan juga dari perkembangan COVID di Eropa," kata Greg Bassuk, kepala eksekutif di AXS Investments di Port Chester, New York.

Tesla Inc menguat 0,6%. Dalam beberapa penjualan saham terbarunya baru-baru ini, CEO Elon Musk menjual 934.091 saham pembuat kendaraan listrik itu senilai 1,05 miliar dolar AS setelah menggunakan opsi untuk membeli 2,15 juta saham.

Produsen PC HP Inc dan Dell Technologies masing-masing melonjak 10% dan 4,8%, setelah mereka mencatat kenaikan laba kuartalan lebih dari empat kali lipat di tengah meningkatnya permintaan untuk komputer pribadi.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 8,9 miliar saham, lebih ringan dibandingkan dengan rata-rata 11 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini