Penurunan Harga Emas Berjangka Terhenti

Antara, Jurnalis · Kamis 25 November 2021 07:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 25 320 2507047 penurunan-harga-emas-berjangka-terhenti-ZXkP15qXRL.jpg Harga emas berjangka naik (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Harga emas berjangka sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga emas menguat meskipun sejumlah data ekonomi AS yang kuat mengangkat dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah, dengan kegelisahan seputar kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan dari Federal Reserve menambah suasana suram.

Baca Juga: Harga Emas Antam Lagi Murah, Turun Rp18.000 dalam 2 Hari

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, naik tipis 50 sen AS atau 0,03%, menjadi ditutup pada USD1.784,30 per ounce, setelah menandai penyelesaian terendah sejak 3 November pada Selasa (23/11/2021) dan mencatat penurunan selama empat sesi berturut-turut.

Harga emas jatuh di bawah level psikologis 1.800 dolar AS awal pekan ini karena pencalonan ulang Ketua Fed Jerome Powell mendukung spekulasi pengetatan kebijakan moneter yang lebih cepat, mendorong dolar dan pada gilirannya membuat emas lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

Baca Juga: Harga Emas Berjangka Anjlok karena Bunga Obligasi Meningkat

Pasar emas sedang tertekan oleh kekhawatiran The Fed mungkin mulai meningkatkan tapering atau membawa kenaikan suku bunga lebih cepat dari yang diantisipasi sebelumnya, kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Investor emas juga tampaknya mengabaikan kemungkinan inflasi moderat, mengingat penurunan harga energi baru-baru ini, kata analis ED&F Man Capital Markets, Edward Meir.

Tekanan kian menumpuk, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan 199.000 klaim pengangguran awal dalam pekan yang berakhir 20 November, level terendah sejak 1969.

Departemen Perdagangan AS merevisi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) naik menjadi 2,1% pada tingkat tahunan di kuartal ketiga, dibandingkan dengan 2,0% yang dilaporkan sebelumnya.

Departemen juga melaporkan bahwa pesanan barang tahan lama AS turun 0,5% pada Oktober menyusul penurunan 0,4% pada September.

Defisit perdagangan barang AS menyempit 14,6% menjadi 82,9 miliar dolar pada Oktober, menurut perkiraan lanjutan Departemen Perdagangan.

Logam mulia lainnya, p​​​​erak untuk pengiriman Desember naik 6,1 sen atau 0,26%, menjadi ditutup pada USD23,496 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik USD11,1 atau 1,15%, menjadi ditutup pada USD975,3 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini