5 Fakta Mengejutkan Minyak Goreng Curah Dilarang Dijual Mulai 1 Januari 2022

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Kamis 25 November 2021 10:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 25 320 2507115 5-fakta-mengejutkan-minyak-goreng-curah-dilarang-dijual-mulai-1-januari-2022-QQdaipceI8.jpg Minyak Goreng Curah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penjualan minyak goreng curah mulai 1 Januari 2022 akan dilarang. Kementerian Perdagangan (Kemendag) hanya mengizinkan minyak goreng kemasan beredar di pasaran.

Berikut fakta-fakta minyak goreng curah dilarang dijual yang dirangkum di Jakarta, Kamis (25/11/2021).

1. Harga Minyak Sawit Naik

Menurut Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Oke Nurwan, hal ini ditetapkan karena harga minyak goreng curah sangat mudah terdampak ketika ada kenaikan harga minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO).

"Jadi untuk ini pemerintah mengantisipasi dengan mewajibkan peredaran minyak goreng kemasan. Tidak diizinkan lagi, mulai 1 Januari 2022, minyak goreng diedarkan dalam keadaan curah," ujarnya dalam webinar.

 

Baca Juga: Mulai 1 Januari 2022, Kemendag Larang Penjualan Minyak Goreng Curah

 

2. Harga Minyak Goreng Kemasan Relatif Terkendali

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan menyebut, berbeda dengan minyak goreng curah, minyak goreng kemasan harganya relatif terkendali karena bisa diproduksi terlebih dahulu dan disimpan dalam jangka panjang. Meskipun ada kenaikan harga CPO, dampaknya tidak akan langsung terasa ke konsumen.

"Ini tinggal 2 negara, sepengetahuan saya, yang masih mengedarkan minyak goreng curah, yaitu Bangladesh dan Indonesia," ujarnya.

3. Pemerintah Pastikan Stok Minyak Goreng Aman

 

Pemerintah akan pastikan ketersediaan minyak goreng dalam negeri untuk menjamin kebutuhan masyarakat.

"Saat ini tersedia 628.000 ton dan cukup untuk memasok 1,5 bulan kebutuhan. Ini akan kita coba setiap waktunya sehingga kita aman terus," kata Oke Nurwan.

 

4. Respons Pengusaha

 

Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Sahat Sinaga, sangat setuju dengan rencana pemerintah menghentikan peredaran minyak goreng curah di pasaran.

Menurutnya, sejak Juni 2021 yang lalu, GIMNI sudah meminta kepada Kementerian Perdagangan untuk bisa tegas menghentikan peredaran minyak curah di pasaran.

"Kami setuju, kalau minyak goreng curah distop peredarannya," kata Sahat saat dihubungi MNC Portal Indonesia.

"Juni 2021 kemarin, kami sudah mengirim surat kepada Kementerian Perdagangan supaya regulasi yang dicetuskan sejak 2019 mengenai penyetopan peredaran minyak goreng curah menjadi minyak goreng kemasan supaya bisa tegas dijalankan. Jangan lagi mundur-mundur," tambahnya.

5. Minyak Goreng Kemasan Jauh Lebih Sehat

Sahat sangat berharap permohonan GIMNI atas regulasi penyetopan peredaran minyak goreng curah bisa sungguh-sungguh diimplementasikan pada 1 Januari 2022.

Dia menambahkan, hal itu bukan tanpa alasan, sebab minyak goreng kemasan jauh lebih sehat dan higienis dibandingkan dengan minyak goreng curah. Karena menurut dia, pengolahan minyak goreng curah banyak yang berasal dari minyak jelantah di mana minyak tersebut tidak baik untuk kesehatan manusia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini