Ngeri, Modus Mafia Tanah Tukar Sertifikat Asli dengan Palsu

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Kamis 25 November 2021 16:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 25 320 2507393 ngeri-modus-mafia-tanah-tukar-sertifikat-asli-dengan-palsu-0KzMnwtlZ0.jpg Sertifikat Tanah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Modus mafia tanah menukar sertifikat tanah asli dengan palsu. Masyarakat diminta waspada atas maraknya mafia tanah meski pemerintah acapkali menggaungkan berantas mafia tanah.

Direktur Penanganan Sengketa Pertanahan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Firdaus mengatakan banyak mafia tanah menyasar objek yang sudah memiliki sertifikat tanah.

“Biasanya modus yang terjadi ialah penukaran antara sertipikat asli dengan yang palsu dan pemilik aslinya tidak tahu jika sertifikatnya sudah diganti,” ujar Firdaus dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (25/11/2021).

Baca Juga: Kasus Mafia Tanah Nirina Zubir, Tersangka Notaris Ina Rosaina Ditangkap Polisi

Firdaus mengingatkan masyarakat untuk benar-benar menjaga dan mengawasi aset hak atas tanah yang dimiliki, tidak mudah percaya dan tak mudah memberikan sertifikat tanahnya kepada orang tak dipercaya, apalagi kepada orang asing.

“Masyarakat mohon untuk skeptis dan tak mudah memindahtangankan sertifikat yang dimiliki kepada sembarang orang,” katanya.

Persoalan mafia tanah menurutnya masih terus ditangani oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bersama lembaga penegak hukum.

Selain langkah penanganan, Kementerian ATR/BPN juga mengedepankan langkah pencegahan praktik mafia tanah agar kasus-kasus serupa yang tengah menimpa pesohor Nirina Zubir tidak terulang kembali.

Firdaus menambahkan Kementerian ATR/BPN telah melakukan sejumlah edukasi kepada masyarakat melalui penyediaan informasi dan terus berkomitmen untuk meningkatkannya.

“Kami sudah melakukan sejumlah edukasi dan penyampaian informasi. Namun, mungkin beberapa poin banyak yang belum tersampaikan kepada masyarakat. Kami mendukung atas saran-saran yang datang terkait edukasi kepada masyarakat ini,” kata Firdaus.

Berdasarkan keadaan tersebut, Kementerian ATR/BPN telah melakukan sejumlah langkah sebagai upaya pencegahan dan untuk mempersempit gerak langkah oknum mafia tanah.

Dari pihak internal, Kementerian ATR/BPN tengah mengembangkan transformasi digital layanan pertanahan agar data tersimpan secara digital sehingga akan lebih aman dan dapat diakses secara real time.

Sementara dari sisi eksternal seperti pengawasan terhadap Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang bertugas menjadi mitra Kementerian ATR/BPN dalam pengurusan pertanahan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini